Serangan udara besar-besaran mengguncang St Petersburg, Rusia, pada akhir pekan lalu. Setidaknya satu orang dilaporkan tewas dan lima lainnya luka-luka setelah sejumlah drone menghantam fasilitas energi dan pusat data di kota tersebut. Gubernur setempat, Alexander Beglov, mengonfirmasi bahwa kebakaran masih dalam proses pemadaman di Terminal Minyak St Petersburg dan depo minyak Ruchyi.
Tak hanya sektor energi, serangan ini juga melumpuhkan infrastruktur digital. Pusat logistik milik Ozon (raksasa e-commerce Rusia) dan pusat data milik VKontakte (jejaring sosial mirip Facebook) turut menjadi sasaran. Akibatnya, layanan internet seluler sempat terganggu dan Bandara Pulkovo terpaksa ditutup sementara. Otoritas Rusia mengklaim telah menembak jatuh lebih dari 1.000 drone Ukraina di seluruh wilayahnya dalam semalam.
Analisis singkat: Serangan ini menandai eskalasi baru dalam strategi perang Ukraina yang tidak lagi hanya menyasar kilang minyak, tetapi juga infrastruktur ekonomi digital Rusia. Dampaknya bagi masyarakat sipil sangat terasa, mulai dari terganggunya komunikasi hingga kerusakan hunian warga. Situasi ini juga memperkeruh hubungan Washington-Kyiv, mengingat Presiden Zelensky menegaskan bahwa Rusia terus melanggar kesepakatan gencatan senjata energi yang diinisiasi Donald Trump, sementara Ukraina kembali melancarkan serangan untuk memotong sumber pendanaan perang Moskow.