Washington DC, AS – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, membuat pernyataan mengejutkan dalam wawancara eksklusif dengan podcaster Joe Rogan. Vance mengungkapkan bahwa mendiang Jeffrey Epstein, seorang terpidana kasus seks, memiliki hubungan erat dengan elemen 'negara dalam bayang-bayang' (deep state) Israel dan tingkat tertinggi intelijen Amerika.
Dalam wawancara yang berlangsung hampir tiga jam dan telah ditonton lebih dari satu juta kali di YouTube itu, Vance mengakui bahwa pemerintahan Trump 'mengacaukan' komunikasi terkait berkas Epstein. Ia juga menegaskan bahwa meskipun tidak ada dokumen resmi yang menghubungkan Epstein secara langsung dengan badan intelijen AS atau asing, bukti-bukti yang ada sangat kuat.
'Dia jelas punya koneksi ke level atas intelijen Amerika. Dia juga jelas punya koneksi ke level tertinggi intelijen Israel,' ujar Vance. Ia menambahkan bahwa Epstein tampaknya lebih dekat dengan kalangan kiri dalam politik Israel, tetapi memiliki teman dari berbagai spektrum politik di AS.
Departemen Kehakiman AS sebelumnya telah merilis 3,5 juta file terkait Epstein pada Januari 2026. Meski tidak ada yang secara eksplisit menyebut Epstein sebagai aset intelijen, memo FBI tahun 2020 mengungkapkan bahwa seorang sumber percaya Epstein adalah 'agen Mossad yang direkrut' dan telah 'dilatih sebagai mata-mata'. File tersebut juga menunjukkan korespondensi email ekstensif Epstein dengan politisi senior Israel, termasuk mantan Menteri Pertahanan Ehud Barak, dan veteran Mossad, Yoni Koren, yang sering mengunjungi kediaman Epstein di New York.
Analisis Dampak: Pernyataan Wakil Presiden AS ini memicu spekulasi baru tentang jaringan kekuasaan global yang melindungi Epstein. Pengakuan bahwa ada 'kekacauan komunikasi' di tubuh pemerintahan Trump juga mempertanyakan transparansi penanganan kasus ini. Publik kini mendesak agar investigasi independen dilakukan, mengingat keterkaitan Epstein dengan tokoh-tokoh penting di AS dan Israel. Kasus ini kembali membuka luka lama tentang bagaimana seorang kriminal seks bisa bergerak bebas di kalangan elite dunia tanpa hambatan berarti.