Jakarta - Tiga kandidat progresif dari Partai Demokrat diprediksi kuat memenangkan kursi Kongres dalam pemilihan sela (midterm) di New York City, Rabu (5/11). Ketiganya adalah Claire Valdez, Brad Lander, dan Darializa Avila Chevalier, yang sebelumnya menyapu bersih primary Partai Demokrat pada Juni lalu.
Kemenangan ini tidak lepas dari momentum politik Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Dalam sebuah rapat akbar di Kings Theatre, Brooklyn, Mamdani dan para kandidat menggaungkan isu-isu populis seperti penghapusan lembaga imigrasi ICE, pajak untuk orang kaya, hingga dukungan untuk Palestina. Resonansi isu ini terbukti efektif menggalang basis massa di kota yang dijuluki 'kota yang tak pernah tidur' itu.
Yang paling menyita perhatian adalah kemenangan Brad Lander atas petahana Dan Goldman. Dalam duel tersebut, isu Israel-Palestina menjadi penentu utama. Lander, mantan pengawas keuangan kota, secara terbuka menyebut agresi militer Israel di Gaza sebagai genosida. Menariknya, ia tetap mengklaim diri sebagai Zionis namun mendukung aktivisme pro-Palestina.
Analisis Dampak: Kemenangan trio ini menandakan pergeseran signifikan dalam politik Amerika Serikat, khususnya di kubu Demokrat. Elektabilitas mereka yang tinggi di distrik yang sangat 'biru' (kubu Demokrat) memastikan mereka akan duduk di Kongres. Bagi masyarakat internasional, ini adalah sinyal bahwa kritik terhadap kebijakan Israel semakin menjadi arus utama di level legislatif AS, yang bisa mempengaruhi kebijakan luar negeri Washington ke depannya. Namun, tantangan nyata bagi mereka adalah membuktikan janji kampanye bisa terwujud di tengah birokrasi pemerintahan yang lambat.