Kylian Mbappe, megabintang Real Madrid, kini berada di pusaran kontroversi besar di China. Insiden ini bermula dari beredarnya video yang menunjukkan Mbappe tampak menertawakan sebuah meme internet yang menampilkan wajahnya diedit menyerupai mendiang pemimpin China, Mao Zedong. Dalam video yang diduga direkam pada April lalu itu, Mbappe terdengar menyebut tokoh tersebut sebagai 'seorang diktator China'.
Reaksi publik China pun meledak. Meskipun Mbappe tidak secara eksplisit menyebut nama Mao dalam klip tersebut, sindiran itu dianggap sebagai penghinaan terhadap pendiri negara modern China yang sangat sensitif dibahas di ruang publik. Alhasil, badai kritik tak terbendung di media sosial seperti Weibo, memaksa pihak berwenang mengambil tindakan tegas.
Dampaknya bagi Mbappe sangat nyata. Akun media sosialnya di platform Xiaohongshu dibekukan, dan sejumlah kerja sama komersialnya di Negeri Tirai Bambau terancam batal. Lebih jauh, stasiun televisi milik negara dilaporkan menghentikan siaran pertandingan La Liga sebagai bentuk protes. Meski Mbappe telah menyampaikan permintaan maaf, kemarahan publik belum juga mereda.
Analisis singkat: Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para atlet dan brand global bahwa pasar China sangat menguntungkan, namun juga sangat sensitif terhadap isu politik dan sejarah. Apa yang dianggap lelucon di Eropa bisa berujung pada kerugian finansial besar di Asia. Kasus ini menegaskan bahwa bintang olahraga bukan sekadar pemain di lapangan, tetapi juga entitas diplomatik yang harus berhati-hati dalam setiap ucapan dan tindakannya di ruang publik.