Jakarta ā Meksiko dan Kanada kompak mendorong perpanjangan perjanjian dagang USMCA (United States-Mexico-Canada Agreement) hingga 16 tahun ke depan. Langkah ini diambil di tengah memanasnya sengketa dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Alih-alih membiarkan perjanjian itu kedaluwarsa, kedua negara justru ingin mengunci kerja sama jangka panjang. Ini sinyal kuat bahwa mereka lebih memilih stabilitas ekonomi daripada risiko perang tarif yang berkepanjangan.
Dampaknya bagi masyarakat global? Jika USMCA diperpanjang, rantai pasok barangādari suku cadang mobil hingga produk pertanianāakan lebih terjamin. Sebaliknya, jika AS menolak, konsumen di tiga negara bisa terkena dampak kenaikan harga barang impor. Dari sisi geopolitik, manuver ini juga menjadi tekanan bagi Washington untuk duduk di meja negosiasi.