Jakarta - Jagat politik Amerika Serikat kembali memanas jelang pemilihan sela (midterms) November mendatang. Elon Musk, taipan teknologi yang kini menyandang status triliuner pertama dunia, dikabarkan telah menggelontorkan dana fantastis mencapai US$ 366 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun sejak tahun lalu untuk mendukung Partai Republik. Laporan The New York Times menyebutkan, hanya dalam periode Juli hingga kini, Musk telah membakar US$ 276 juta, dengan US$ 158 juta di antaranya dialokasikan khusus untuk mendanai komite aksi politik (Super PAC) yang fokus memenangkan kandidat Senat dari Partai Republik.
Langkah ini menjadikan Musk sebagai donor tunggal terbesar pada siklus pemilu tahun ini. Melalui juru bicara America PAC, Andrew Romeo, tim Musk beralasan bahwa investasi besar-besaran ini diperlukan untuk "menyelamatkan Kongres dari pengambilalihan Demokrat" dan memberikan "peluang juang" bagi Partai Republik untuk melawan sejarah. Dana tersebut digunakan untuk menggenjot mesin propaganda dan iklan politik di tengah upaya Partai Republik menutupi penurunan popularitas Donald Trump serta kekhawatiran masyarakat akan biaya hidup yang melambung tinggi.
Meski Musk sempat berjanji akan mundur dari politik praktis pada Mei lalu, nyatanya ia masih menjadi penyandang dana utama gerakan sayap kanan. Kritik pun bermunculan dari berbagai pihak yang menilai praktik 'uang membeli kekuasaan' ini merusak demokrasi dan hanya menguntungkan kepentingan segelintir elite. Dengan pemungutan suara yang dijadwalkan pada 3 November, Partai Republik saat ini memiliki keunggulan finansial yang signifikan, termasuk cadangan dana US$ 416 juta di kelompok MAGA Inc. Pertarungan ini akan menjadi ujian berat bagi Demokrat yang berharap dapat membalikkan keadaan dengan memanfaatkan ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan saat ini.