Jakarta, Kompas.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya mundur dari rencana kontroversialnya untuk menjual saham turnamen utama sepak bola dunia. Keputusan ini diambil setelah proyek tersebut justru memicu perpecahan di internal induk organisasi sepak bola tertinggi di dunia itu.
Infantino mengakui bahwa usulan investasi yang sempat ia canangkan tersebut sudah tidak lagi sejalan dengan tujuan awal. "Proyek ini jelas telah menciptakan perpecahan dan tidak lagi demi kepentingan tujuan awalnya," ujarnya dalam pernyataan resmi, seperti dikutip BBC.
Rencana ini sebenarnya sempat memicu kehebohan di dunia sepak bola. Banyak federasi dan pengamat menilai langkah tersebut terlalu berisiko dan bisa mengancam independensi FIFA. Wacana ini juga dinilai membuka celah bagi konflik kepentingan, terlebih jika investor swasta mulai memegang kendali atas aset turnamen sebesar Piala Dunia.
Keputusan mundurnya Infantino ini pun disambut lega oleh sejumlah pihak. Mereka menilai ini adalah kemenangan bagi transparansi dan tata kelola FIFA yang selama ini kerap disorot. Ke depan, FIFA diharapkan lebih fokus pada pengembangan sepak bola akar rumput dibandingkan memikirkan keuntungan komersial jangka pendek.