Pakistan nyaris saja tergelincir di laga pembuka T20 World Cup 2026. Menghadapi Belanda yang tampil mengejutkan, tim berjuluk "Green Shirts" ini harus berjuang ekstra keras sebelum akhirnya mengamankan kemenangan tipis tiga wicket dengan sisa tiga bola saja. Pertandingan yang berlangsung di Sinhalese Sports Club, Kolombo, ini penuh drama dan membuat jantung para penggemar berdebar.
Belanda, yang dipandang sebagai tim kuda hitam, menunjukkan perlawanan sengit sejak awal. Setelah dipaksa memukul duluan, mereka berhasil mencetak 147 run sebelum akhirnya semua pemainnya keluar di akhir 19.5 over. Kontribusi penting datang dari Bas de Leede (30 run) dan kapten Scott Edwards (37 run) yang sempat membuat Pakistan frustrasi, meski tim "Orange" sempat kehilangan arah di fase akhir inning.
Saat giliran memukul, Pakistan yang diunggulkan justru tampil gugup. Meski Ayub (24 run) dan Babar Azam (15 run dari 18 bola) mencoba membangun inning, Belanda dengan gigih memberikan tekanan lewat para bowler mereka. Pakistan sempat terseok-seok dan membutuhkan keajaiban di menit-menit akhir.
Momen penentu datang ketika Faheem Ashraf menjadi penyelamat. Dengan skor 119-7 di over ke-18, Faheem melesakkan 29 run tanpa henti hanya dari 11 bola, termasuk enam dan empat krusial di akhir pertandingan. Ia sempat memberikan kesempatan kepada lawan saat bola pukulannya gagal ditangkap Max O’Dowd, namun kegagalan itu justru berbalik menjadi bumerang bagi Belanda, memuluskan jalan Pakistan meraih kemenangan.
Kemenangan ini sangat krusial bagi Pakistan. Mereka membawa beban berat di turnamen ini, terutama setelah keputusan kontroversial memboikot pertandingan grup melawan rival abadi India pada 15 Februari lalu. Situasi itu membuat setiap pertandingan fase grup menjadi penentu dan tidak ada toleransi untuk kesalahan. Kemenangan dramatis atas Belanda ini setidaknya menjaga asa mereka tetap menyala untuk melaju ke fase Super 8.