Gelombang protes yang digerakkan anak muda di India kembali memanas. Kali ini, mereka menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) India mundur dari jabatannya. Tuntutan ini muncul dari Partai Cockroach Janta (CJP), sebuah gerakan akar rumput yang sebelumnya sukses memaksa Menteri Pendidikan India lengser pada Juli lalu.
Pemicu utama kemarahan publik adalah kebijakan revisi daftar pemilih yang kontroversial. Kritikus menilai proses ini tidak adil karena telah menghapus puluhan juta nama pemilih yang sebenarnya sah. Pihak KPU berdalih revisi ini adalah langkah reformasi yang sudah lama tertunda untuk membersihkan data ganda. Namun, para pengunjuk rasa mencurigai revisi ini sebagai upaya sistematis untuk menguntungkan partai berkuasa, BJP.
Analisis Dampak: Jika tuntutan ini tidak direspons, eskalasi konflik bisa memicu krisis kepercayaan terhadap integritas demokrasi India di mata dunia. Penghapusan jutaan pemilih berpotensi mengubah peta politik secara signifikan, terutama menjelang pemilu mendatang. Gerakan ini menjadi indikator kuat bahwa generasi muda India semakin vokal dalam mengawal proses demokrasi dan menolak manipulasi institusi negara.