Gelombang serangan siber yang menyasar sistem pendingin di sejumlah supermarket Eropa memicu pemborosan makanan dalam skala besar. Insiden ini membuat lemari es dan freezer tidak berfungsi, sehingga ribuan produk beku dan segar harus dibuang karena dianggap tidak layak konsumsi.
Belgia dan Luksemburg menjadi wilayah paling terdampak, dengan 40 gerai Delhaize dilaporkan mengalami gangguan serius. Kerugian di satu cabang Delhaize di Hoeilaart, dekat Brussels, saja ditaksir menembus 100.000 euro atau sekitar Rp1,7 miliar. Tidak hanya di sana, gangguan serupa juga dilaporkan terjadi di Swedia, Irlandia, Belanda, Estonia, dan Finlandia.
Dari sisi dampak, insiden ini menyoroti kerentanan infrastruktur pangan terhadap ancaman digital. Masyarakat konsumen berpotensi menghadapi kelangkaan stok sementara dan kenaikan harga, sementara peritel harus menanggung kerugian finansial besar serta biaya pembersihan dan pemulihan sistem. Kasus ini juga menegaskan bahwa keamanan siber bukan lagi isu eksklusif data pribadi, melainkan sudah merambah ke operasional fisik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.