Pakistan sukses memediasi pertemuan penting antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara yang sempat terlibat perang akibat serangan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari lalu, akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Jenewa, Swiss, pada Jumat pekan ini. Kesepakatan itu mengakhiri pekan-pekan perang dan membuka babak baru negosiasi selama 60 hari ke depan.
Jenewa dipilih bukan tanpa alasan. Kota yang dijuluki 'Ibukota Perdamaian Dunia' ini punya sejarah panjang sebagai tuan rumah berbagai perjanjian damai, termasuk Konvensi Jenewa yang menjadi fondasi hukum humaniter internasional. Analis dari German Marshall Fund, Ian Lesser, menyebut faktor netralitas Swiss serta banyaknya kantor badan PBB dan tempat rapat yang diskret membuat Jenewa ideal untuk pertemuan sepenting ini.
Meski begitu, publik masih bertanya-tanya: siapa perwakilan resmi dari masing-masing pihak yang akan hadir di upacara penandatanganan? Detail ini belum diumumkan secara resmi. Namun, yang jelas, peran Pakistan sebagai mediator menjadi sorotan dunia. Ini menunjukkan bahwa diplomasi tingkat tinggi masih mungkin berjalan di tengah konflik Timur Tengah yang memanas.