Duel sengit tersaji di final Piala Asia Wanita saat tuan rumah Australia, atau yang akrab disapa Matildas, kembali bentrok dengan tim kuat Jepang. Pertandingan pamungkas ini bakal digelar di Stadion Australia, Sydney, Sabtu malam pukul 20.00 waktu setempat (Sabtu, 18.00 WIB atau 09.00 GMT).
Bagi Matildas, laga ini jauh lebih dari sekadar trofi. Ini adalah kesempatan emas untuk "menebus dosa" setelah mimpi Piala Dunia Wanita mereka kandas menyakitkan di kandang sendiri dua setengah tahun lalu, di stadion yang sama. Generasi emas Matildas bertekad kuat meraih gelar mayor pertama di hadapan pendukung sendiri, sekaligus menulis ulang sejarah.
Namun, jalan mereka tidak mudah. Jepang, sang juara bertahan dan tim dengan peringkat tertinggi di turnamen ini (peringkat 6 dunia FIFA), bukanlah lawan sembarangan. Nadeshiko, julukan timnas putri Jepang, datang dengan rekor sempurna, tanpa kalah dan minim kebobolan, menunjukkan dominasi mereka sepanjang turnamen.
Sejarah pertemuan kedua tim juga patut dicermati. Ini adalah kali ketiga Australia dan Jepang bertemu di final Piala Asia. Dua pertemuan sebelumnya, yakni pada edisi 2014 dan 2018, selalu dimenangkan Jepang dengan skor tipis 1-0. Bahkan, dalam pertemuan terakhir di SheBelieves Cup setahun lalu, Jepang juga sukses melibas Matildas 4-0.
Perjalanan Australia menuju final terbilang lebih menantang, dengan beberapa laga ketat termasuk hasil imbang 3-3 melawan Korea Selatan di fase grup dan kemenangan tipis 2-1 atas Cina di semifinal. Sementara itu, Jepang melaju mulus, menyapu bersih semua pertandingan dengan skor meyakinkan, termasuk kemenangan telak 7-0 atas Filipina di perempat final dan 4-1 atas Korea Selatan di semifinal.
Dengan rekor kalah di dua final sebelumnya melawan Jepang, publik Australia tentu berharap "yang ketiga kalinya adalah keberuntungan." Apakah Matildas mampu mematahkan kutukan dan mengangkat trofi di kandang sendiri? Atau justru Jepang yang kembali menegaskan dominasinya?