Vancouver, BC Place – Kanada memastikan kemenangan bersejarah perdana mereka di Piala Dunia 2026 dengan membantai Qatar 6-0. Namun, euforia ini ternoda oleh cedera serius yang dialami gelandang andalan mereka, Ismael Kone, serta keributan antar pemain setelah pertandingan usai.
Laga di Vancouver pada Kamis (15/6/2026) ini berjalan brutal. Kone harus dilarikan ke rumah sakit setelah dilanggar keras dari belakang oleh Assim Madibo pada menit ke-51. Wasit awalnya hanya memberi kartu kuning, namun setelah meninjau VAR, Madibo langsung diusir keluar lapangan. Ini menjadi kartu merah kedua bagi Qatar setelah Homam Ahmed mendapat kartu merah di babak pertama.
Unggul jumlah pemain, Kanada menggila. Jonathan David mencetak hattrick, Cyle Larin dan Nathan Saliba masing-masing menyumbang gol, ditambah satu gol bunuh diri pemain Qatar. Kemenangan ini membawa Kanada ke puncak klasemen Grup B dan hanya butuh hasil imbang melawan Swiss untuk lolos sebagai juara grup.
Sayangnya, pesta kemenangan berubah panas. Setelah peluit panjang, kedua tim terlibat baku hantam di tengah lapangan. Relawan FIFA dan official harus turun tangan melerai. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang hadir langsung di stadion, tampak prihatin menyaksikan insiden tersebut.
Analisis Dampak: Cedera Kone menjadi pukulan telak bagi Kanada. Gelandang Italia tersebut adalah motor serangan mereka. Jika cedera ini parah, peluang Kanada di babak gugur bisa terancam. Sementara itu, Qatar harus menyelesaikan turnamen dengan noda besar: kartu merah dan kekalahan telak. Insiden ini juga memicu perdebatan tentang disiplin pemain di turnamen sebesar Piala Dunia.