Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko resmi bergulir. Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang berencana menyaksikan langsung laga di AS, ada sejumlah hal krusial yang wajib diperhatikan agar pengalaman menonton tidak berubah menjadi mimpi buruk.
Berdasarkan laporan Al Jazeera dari laga pembuka AS kontra Paraguay di Los Angeles, ada beberapa fakta mengejutkan yang harus diantisipasi. Pertama, soal keamanan. Stadion menerapkan sistem seperti di bandara. Setiap pengunjung wajib mengosongkan saku dan barang bawaan akan dipindai. Lebih penting lagi, polisi AS yang dikenal militeristik akan berjaga di setiap sudut. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan respons atas tingginya angka kekerasan senjata di Negeri Paman Sam.
Kedua, soal logistik. Jangan harap bisa membawa tas ransel atau selempang biasa. Aturan mainnya tegas: hanya tas transparan yang diizinkan masuk. Jika nekat membawa tas biasa, petugas akan memutar balikkan Anda. Ketiga, soal tiket. Aplikasi resmi FIFA, FWC2026, adalah satu-satunya pintu masuk. Screenshot atau cetakan tiket tidak akan berguna. Pastikan baterai ponsel penuh sebelum berangkat.
Keempat, soal perut. Harga makanan dan minuman di dalam stadion benar-benar 'gila'. Sebotol air mineral dibanderol 5,25 dolar AS (sekitar Rp85 ribu), sekantong kecil keripik 5,75 dolar AS (Rp93 ribu), dan segelas bir mencapai 21,5 dolar AS (Rp348 ribu). Saran kami: isi perut dulu sebelum masuk stadion.
Kelima, soal transportasi. Transportasi umum di AS tidak sereliabel di Eropa atau Jepang. Kemacetan parah terjadi berjam-jam sebelum dan sesudah pertandingan di Los Angeles. Solusinya, datanglah sangat awal dan manfaatkan bus antar-jemput yang disediakan panitia dari pusat kota. Jangan andalkan aplikasi peta biasa, karena lalu lintas bisa lumpuh total.
Analisis: Bagi calon penonton dari Indonesia, biaya menonton Piala Dunia di AS tidak hanya soal tiket pesawat dan akomodasi. Biaya tak terduga seperti transportasi dan konsumsi di stadion bisa membengkakkan anggaran hingga 30-40 persen. Selain itu, aspek keamanan dan regulasi ketat seperti larangan tas biasa perlu menjadi pertimbangan serius agar perjalanan tetap nyaman.