Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penarikan diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan bersejarah ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan AS Robert F Kennedy Jr dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, menandai kali pertama sejak WHO berdiri pada 1948, AS bukan lagi anggotanya. Langkah ini sejatinya sudah diisyaratkan Presiden Donald Trump sejak 2020.
Pemerintah AS menyebut "kegagalan WHO selama pandemi COVID-19" sebagai alasan utama, di samping sengketa pendanaan dan keluhan terkait Tiongkok. Dengan penarikan ini, segala bentuk pendanaan AS untuk WHO telah dihentikan total, dan keterlibatan Negeri Paman Sam di organisasi tersebut akan dibatasi ketat hanya untuk urusan administrasi penarikan diri serta perlindungan kesehatan warga Amerika.
Menanggapi pengumuman ini, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya menyatakan bahwa organisasi telah melakukan pemotongan anggaran untuk mengatasi defisit. Juru Bicara PBB Stephane Dujarric juga menyesalkan keputusan AS, menegaskan bahwa masalah kesehatan global seperti virus dan penyakit tidak mengenal batas negara, sehingga memerlukan kerja sama internasional yang kuat. Meskipun Presiden Trump sempat berencana penarikan diri efektif 20 Januari 2025, klausul khusus yang dibuat AS sendiri memungkinkan proses ini rampung lebih cepat, meskipun ada catatan tunggakan pembayaran dari AS untuk tahun 2024 dan 2025.
Keluarnya AS dari WHO berpotensi membawa dampak serius bagi arsitektur kesehatan global. WHO, yang sangat bergantung pada kontribusi finansial dari negara anggota, akan kehilangan salah satu donor terbesarnya. Ini tentu menjadi tantangan besar dalam upaya penanganan pandemi mendatang, program vaksinasi global, dan respons terhadap krisis kesehatan di seluruh dunia. Bagi AS sendiri, keputusan ini berisiko mengisolasi mereka dari forum penting yang berkoordinasi dalam penanganan ancaman kesehatan lintas batas. Di mata dunia, langkah ini bisa menjadi preseden buruk bagi kerja sama multilateral dan semakin melemahkan upaya kolektif menghadapi tantangan global yang kian kompleks.