NYARIS TEWAS! PENAMBANG KONGO KISAHKAN KESAKSIAN PILU - Berita Dunia
← Kembali

NYARIS TEWAS! PENAMBANG KONGO KISAHKAN KESAKSIAN PILU

Foto Berita

Seorang penambang dari Republik Demokratik Kongo (DRC), Grace Barata, berhasil selamat secara dramatis dari runtuhnya sebuah tambang yang menewaskan banyak rekannya. Dalam kesaksian pilunya kepada Al Jazeera, Barata menceritakan detik-detik mengerikan saat ia melihat kawan-kawannya meregang nyawa di sekelilingnya, kala tambang tempat mereka bekerja tiba-tiba ambruk dihantam hujan lebat.

Insiden tragis itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, mengakibatkan puluhan penambang terjebak di bawah tanah selama berjam-jam. Berkat upaya tim penyelamat yang tak kenal lelah, Barata akhirnya ditarik keluar dalam keadaan hidup dari timbunan lumpur sehari setelah kejadian nahas tersebut. Kisahnya menjadi secercah harapan di tengah duka mendalam yang menyelimuti komunitas penambang.

Tragedi ini sekali lagi menyoroti risiko tinggi dan kondisi berbahaya yang sering dihadapi para penambang, khususnya di negara seperti DRC yang kaya akan mineral namun minim standar keselamatan. Republik Demokratik Kongo dikenal sebagai salah satu produsen utama kobalt dan tembaga di dunia, di mana sektor pertambangan, termasuk yang informal atau ilegal, menjadi tulang punggung ekonomi bagi banyak komunitas. Sayangnya, kegiatan penambangan seringkali dilakukan tanpa pengawasan memadai, infrastruktur yang rapuh, dan prosedur keamanan yang longgar, terutama di musim hujan yang dapat membuat struktur tanah menjadi labil dan sangat rentan longsor.

Kasus runtuhnya tambang akibat hujan lebat bukanlah kejadian baru di DRC. Peristiwa semacam ini tak hanya merenggut nyawa dan meninggalkan trauma mendalam, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang tanggung jawab pemerintah dan perusahaan tambang dalam menjamin keselamatan para pekerja. Bagi keluarga korban, hilangnya pencari nafkah utama akan membawa dampak ekonomi yang sangat berat, menambah daftar panjang penderitaan di tengah hiruk pikuk perburuan harta karun bumi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook