Memasuki musim dingin, warga dan lembaga bantuan di Gaza mulai berjibaku menghadapi ancaman banjir. Keterbatasan material membuat mereka memanfaatkan barang bekas, termasuk panci dan peralatan masak yang rusak, sebagai tanggul darurat untuk menahan luapan air laut.
Upaya ini dilakukan untuk melindungi tenda pengungsian dan bangunan sekolah yang selama ini menjadi tempat berlindung warga sipil. Pantai yang terus terkikis dan naiknya air laut menjadi ancaman nyata bagi ribuan orang yang tinggal di area pesisir, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Laporan jurnalis Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, menyoroti bagaimana inisiatif ini menjadi solusi darurat di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk. Meski terlihat sederhana, tumpukan panci bekas tersebut berfungsi sebagai pemecah ombak alami untuk mengurangi dampak abrasi dan genangan air.
Namun, para pengamat menilai langkah ini hanya bersifat sementara dan tidak cukup menahan kekuatan gelombang laut yang sebenarnya. Diperlukan bantuan logistik dan material bangunan yang lebih layak agar fasilitas umum dan tempat tinggal warga tidak terus terdampak saat musim hujan tiba.