GESTUR 'OK' WASIT VAR DI PIALA DUNIA JADI KONTROVERSI - Berita Dunia
← Kembali

GESTUR 'OK' WASIT VAR DI PIALA DUNIA JADI KONTROVERSI

Foto Berita

Jakarta, 17 Juni 2025 – Seorang ofisial VAR asal Australia, Shaun Evans, menjadi sorotan tajam setelah ketahuan membuat gestur tangan 'OK' yang identik dengan simbol supremasi kulit putih saat siaran langsung Piala Dunia 2026. Insiden ini terjadi sebelum laga Jerman vs Curacao di Houston, Amerika Serikat, Minggu (15/6).

Fare Network, lembaga pemantau diskriminasi FIFA, langsung bereaksi keras. Mereka menuntut Evans dicopot dari turnamen karena gestur tersebut dinilai sebagai simbol neo-Nazi yang tidak bisa ditoleransi. Menurut Fare, simbol yang dibuat Evans sangat mirip dengan lambang 'white power' yang marak di kalangan ekstremis sayap kanan global.

Yang menarik, gerakan 'OK' ini punya dua sisi mata uang. Di satu sisi, ini adalah isyarat polos dari permainan anak-anak yang disebut 'circle game'β€”trik menjebak orang untuk melihat lingkaran di bawah pinggang. Namun sejak 2019, Anti-Defamation League (ADL) resmi memasukkan gestur ini ke dalam daftar simbol kebencian karena penyalahgunaannya oleh kelompok supremasi kulit putih.

FIFA hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, Asosiasi Wasit Sepak Bola Profesional Australia dan Football Australia juga belum buka suara. Yang jadi pertanyaan besar: apakah Evans sengaja berpolitik atau hanya iseng kena prank? Publik menunggu klarifikasi.

Dampak dan Analisis: Insiden ini membuka luka lama tentang bagaimana simbol-simbol kecil bisa memicu perpecahan di ajang olahraga global. Di era di mana kamera menyorot setiap sudut, tindakan 'iseng' bisa berbuntut panjang. Jika FIFA tidak bertindak tegas, ini bisa dianggap sebagai pembiaran terhadap simbol radikalisme. Sebaliknya, jika Evans hanya korban prank, reputasinya tetap tercoreng. Ini juga jadi pengingat bagi semua ofisial pertandingan: di panggung dunia, tidak ada ruang untuk gerakan ambigu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook