G7 SIAP BAHAS PERANG IRAN-UKRAINA DI PERTEMUAN PUNCAK PRANCIS - Berita Dunia
← Kembali

G7 SIAP BAHAS PERANG IRAN-UKRAINA DI PERTEMUAN PUNCAK PRANCIS

Foto Berita

Evian-les-Bains, Prancis — Para pemimpin negara-negara Kelompok Tujuh (G7) bersiap menggelar pertemuan puncak di kota Evian-les-Bains, Prancis, Senin ini. Agenda utama yang akan dibahas meliputi perang di Ukraina, ketegangan dagang global, serta konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang baru saja mencapai kesepakatan sementara.

Pertemuan ini menjadi krusial karena dihadiri langsung oleh Presiden AS Donald Trump, yang baru saja mengumumkan kesepakatan awal dengan Iran untuk mengakhiri perang. Prancis, sebagai pemegang presidensi bergilir G7, juga mengundang sejumlah pemimpin negara non-anggota, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Uniknya, Afrika Selatan justru dicoret dari daftar undangan setelah sebelumnya diundang. Hubungan Pretoria dengan Washington memburuk akibat sikap Afrika Selatan yang kritis terhadap genosida Israel di Gaza dan isu perlakuan terhadap minoritas kulit putih di negara tersebut. Presiden AS Donald Trump beberapa kali menekan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, meski klaim AS soal penganiayaan petani kulit putih tidak terbukti secara faktual. Data menunjukkan, warga kulit putih yang hanya kurang dari 10 persen populasi justru menguasai lebih dari 70 persen lahan di Afrika Selatan.

Selain para pemimpin negara, pertemuan dua hari ini juga akan dihadiri oleh eksekutif perusahaan kecerdasan buatan (AI) ternama seperti Anthropic, OpenAI, Google, dan Mistral AI. Kehadiran mereka menandakan bahwa G7 tidak hanya membahas geopolitik, tetapi juga tantangan ekonomi global dan regulasi teknologi masa depan.

Para diplomat Eropa melihat pertemuan ini sebagai peluang untuk mendorong gencatan senjata di Ukraina, sementara AS menegaskan ingin mengakhiri perang secepat mungkin. Pertemuan ini diprediksi akan menghasilkan tekanan baru terhadap Rusia dan kesepakatan ekonomi untuk meredam krisis global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook