Minneapolis, AS – Seorang pria di Minnesota, Amerika Serikat, mengaku bersalah atas pembunuhan Ketua DPR negara bagian Minnesota, Melissa Hortman, dan suaminya, Mark Hortman. Pelaku, Vance Boelter (58), berpura-pura menjadi polisi untuk masuk ke rumah korban pada Februari lalu.
Berdasarkan kesepakatan dengan jaksa federal, Boelter menerima hukuman penjara seumur hidup dua kali berturut-turut ditambah 40 tahun. Kesepakatan ini dibuat agar ia terhindar dari hukuman mati. Jaksa federal menyebut aksi ini sebagai bentuk kekerasan politik yang tengah menjadi momok di Amerika.
“Kekerasan politik adalah wabah yang melanda Amerika. Mereka yang melakukannya harus sadar: Departemen Kehakiman akan menghukum seberat-beratnya,” ujar Jaksa AS Daniel N. Rosen dalam konferensi pers.
Tak hanya itu, Boelter juga menyerang Senator negara bagian John Hoffman dan istrinya, Yvette, yang selamat namun mengalami luka-luka. Saat ditangkap, polisi menemukan daftar berisi 45 nama pejabat negara bagian lainnya di dalam mobil pelaku. Peristiwa ini memicu perburuan terbesar dalam sejarah Minnesota.
Analisis Dampak: Kasus ini memicu kekhawatiran serius di AS terkait meningkatnya kekerasan politik. Media lokal melaporkan bahwa serangan terhadap pejabat publik, terutama dari Partai Demokrat, meningkat drastis dalam dua tahun terakhir. Para pengamat menilai polarisasi politik yang ekstrem dan retorika kebencian menjadi pemicu utama. Kejadian ini juga mendorong sejumlah negara bagian untuk memperketat keamanan di rumah dinas pejabat dan memberikan pelatihan khusus bagi staf legislatif dalam menghadapi potensi serangan.