Arsenal sedang berada di ujung tanduk. Setelah dipermalukan klub kasta keempat Fleetwood Town di Piala Liga lewat adu penalti yang menyesakkan, pasukan Mikel Arteta kini dituntut bangkit total saat bertandang ke markas Liverpool, Anfield, Minggu (1/11) malam WIB.
Kekalahan adu penalti 5-3 itu bukan sekadar gugur dari kompetisi, tapi tamparan keras bagi mental para pemain. Pasalnya, Arsenal tampil jauh dari standar juara saat bermain imbang 1-1 di waktu normal. Kini, laga melawan Liverpool menjadi ujian sesungguhnya: apakah mereka masih layak disebut kandidat juara, atau justru sedang dalam tren penurunan?
Dari kubu Liverpool, tuan rumah sedang on fire. Mereka datang dengan modal lima kemenangan beruntun di semua kompetisi. Pelatih Andoni Iraola menegaskan timnya tidak gentar dan siap memperpendek jarak poin menjadi tiga angka dari Arsenal jika berhasil mencuri kemenangan.
Secara statistik, Arsenal masih unggul tipis. Opta memberi peluang kemenangan 41,8 persen untuk The Gunners, sementara Liverpool 32,7 persen, dan peluang imbang 25,5 persen. Namun, catatan sejarah jadi alarm bahaya: Arsenal sudah 14 tahun tidak pernah menang di Anfield. Mampukah mereka memutus kutukan, atau justru semakin terpuruk?