NEGOSIASI DAMAI UKRAINA TERHAMBAT! RUSIA TERUS GENCAR MENYERANG - Berita Dunia
← Kembali

NEGOSIASI DAMAI UKRAINA TERHAMBAT! RUSIA TERUS GENCAR MENYERANG

Foto Berita

Delegasi Ukraina dan Rusia kembali duduk di meja perundingan di Uni Emirat Arab (UEA) untuk putaran kedua dialog yang dimediasi Amerika Serikat. Tujuan utamanya jelas: mencari jalan keluar dari perang yang telah berkecamuk hampir empat tahun di Ukraina.

Namun, upaya diplomatik ini dibayangi oleh serangkaian serangan rudal dan drone besar-besaran yang dilancarkan Rusia ke jaringan energi Ukraina, hanya beberapa hari sebelum perundingan dimulai. Serangan brutal ini tidak hanya memadamkan listrik dan pemanas di tengah suhu beku, tetapi juga memicu kemarahan Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Zelenskyy menuduh Moskow melanggar kesepakatan yang dimediasi mantan Presiden AS Donald Trump, yang seharusnya menghentikan serangan terhadap fasilitas energi. Baginya, setiap serangan Rusia adalah bukti bahwa "sikap di Moskow tidak berubah: mereka terus bertaruh pada perang dan kehancuran Ukraina, dan tidak menganggap serius diplomasi."

Pangkal masalah yang paling pelik dalam perundingan ini tetaplah nasib wilayah Ukraina timur yang kini diduduki Rusia, serta jaminan keamanan bagi Ukraina dari agresi di masa depan. Rusia menuntut agar Kyiv menarik pasukannya dari sebagian besar wilayah Donbas, termasuk kota-kota yang kaya sumber daya alam, sebagai prasyarat kesepakatan. Moskow juga menginginkan pengakuan internasional atas wilayah yang telah dianeksasinya.

Sebaliknya, Ukraina menegaskan bahwa konflik harus dibekukan di garis depan saat ini dan menolak penarikan pasukan secara sepihak. Kyiv juga memperingatkan bahwa menyerahkan wilayah hanya akan memberanikan Moskow untuk terus berekspansi, dan tidak akan menandatangani kesepakatan yang merugikan. Delegasi Ukraina akan dipimpin oleh Kepala Dewan Keamanan Rustem Umerov, sementara Rusia diwakili oleh direktur intelijen militer Igor Kostyukov.

Kebuntuan ini semakin diperparah dengan ancaman Rusia untuk merebut sisa wilayah Donetsk jika perundingan gagal. Serangan terhadap infrastruktur energi juga berdampak langsung pada kehidupan jutaan warga Ukraina, yang terpaksa bertahan tanpa listrik dan pemanas di musim dingin ekstrem, menambah penderitaan dan memperburuk krisis kemanusiaan. Kondisi ini menegaskan betapa tipisnya harapan diplomasi di tengah agresi yang terus berlanjut, dan menempatkan masyarakat internasional pada posisi dilematis dalam mencari solusi konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook