RAHASIA IRAN: JARINGAN PENGKHIANAT, KEMATIAN PEJABAT TOP - Berita Dunia
← Kembali

RAHASIA IRAN: JARINGAN PENGKHIANAT, KEMATIAN PEJABAT TOP

Foto Berita

Gelombang penangkapan massal melanda Iran! Ratusan warga ditahan dalam operasi besar-besaran terhadap 'pengkhianat' yang dituduh berafiliasi dengan AS dan Israel. Aksi keras ini menyusul tewasnya dua pejabat keamanan penting, Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani, di tengah ketegangan dan penutupan akses internet total.

Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 111 'sel pro-monarki' di 26 dari 31 provinsi. Mereka dituduh merencanakan aksi penentangan terhadap rezim teokratis yang berdiri sejak revolusi 1979. Pemerintah juga memperketat pengawasan dengan memutus total akses internet selama tiga minggu terakhir, serta menyita dua kiriman berisi 350 terminal internet satelit Starlink yang diselundupkan. Tak hanya itu, 21 orang khusus ditangkap karena mengirim video ke media 'teroris' di luar negeri. Penemuan sejumlah senjata dari para tersangka semakin memperkeruh situasi, mendorong pemerintah untuk terus menyerukan publik melaporkan aktivitas mencurigakan.

Situasi memanas ini bertepatan dengan perayaan Chaharshanbe Suri, festival api tradisional menjelang Tahun Baru Persia. Alih-alih merayakannya dengan bebas, aparat keamanan mendominasi jalanan untuk menindak para pembangkang. Sementara itu, berita duka menyelimuti Iran dengan tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari lalu, yang kini digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei. Di tengah ketegangan ini, layanan darurat medis melaporkan dua korban tewas dan hampir seribu orang terluka akibat kembang api terkait Chaharshanbe Suri, meskipun angka ini disebut menurun drastis dibanding tahun sebelumnya karena terbatasnya akses terhadap kembang api di masa perang.

Penangkapan dan pengawasan ketat ini tak lepas dari tekanan eksternal. Amerika Serikat dan Israel terang-terangan menyatakan tujuan mereka adalah mengganti rezim di Iran. Mereka dilaporkan menargetkan aparatur keamanan internal, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pos pemeriksaan Basij telah menjadi sasaran serangan drone selama seminggu terakhir, dan pembunuhan Larijani (kepala keamanan) serta Soleimani (komandan Basij) menegaskan intensitas konflik. Ini menunjukkan Iran berada dalam pusaran konflik berlapis: menumpas oposisi internal yang disebut 'pengkhianat' sembari menghadapi intervensi kekuatan asing. Kondisi ini berpotensi memicu ketidakstabilan lebih lanjut, membatasi kebebasan informasi, serta meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook