Kepanikan melanda Panama setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Jumat sore waktu setempat. Guncangan hebat ini tidak hanya merusak bangunan di sekitar pusat gempa, tetapi juga memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah negara tetangga.
Menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada di daratan, sekitar 10 kilometer dari kota kecil Pitaloza Arriba, dengan kedalaman hanya 12 kilometer. Kedalaman yang dangkal ini membuat guncangan terasa jauh lebih merusak di permukaan. Dampaknya, sekitar 4,6 juta orang merasakan getaran sedang hingga keras.
Otoritas setempat langsung bergerak cepat. Evakuasi besar-besaran dilakukan di berbagai gedung tinggi, termasuk rumah sakit bersalin di Panama City yang berjarak sekitar 200 kilometer dari episentrum. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan beberapa bangunan dilaporkan runtuh di wilayah Penonomé dan Soná, meskipun belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Sistem Peringatan Tsunami AS mengeluarkan imbauan bahwa gelombang laut berbahaya berpotensi menghantam pesisir Kolombia, Kosta Rika, Chile, dan Meksiko. Warga diimbau menjauhi pantai hingga status bahaya dicabut.
Menariknya, gempa ini terjadi hanya tiga hari sebelum Panama dijadwalkan menggelar simulasi evakuasi gempa nasional. Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan posisi geografis kawasan tersebut yang rawan terhadap aktivitas seismik, menyusul gempa dahsyat yang juga melanda Kolombia dan Venezuela awal tahun ini.