Kantor Anggaran Kongres (CBO) yang independen baru saja merilis estimasi mengejutkan. Operasi pengerahan pasukan militer di kota-kota besar Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump pada tahun 2025 lalu menelan biaya hampir setengah miliar dolar AS, tepatnya sekitar $496 juta. Angka fantastis ini tentu memicu pertanyaan besar tentang efisiensi dan dampak jangka panjang terhadap kas negara.
Menurut laporan CBO yang dirilis pada hari Rabu, pengerahan ribuan personel Garda Nasional dan Marinir aktif ini berlangsung sejak Juni hingga akhir Desember 2025 di enam kota besar AS: Los Angeles, Washington D.C., Memphis, Portland, Chicago, dan New Orleans. Trump mengklaim operasi ini bertujuan untuk menekan angka kejahatan dan mengamankan penegakan hukum imigrasi federal.
Meskipun jumlah pasukan yang berpatroli fluktuatif akibat tantangan hukum dari pemerintah kota dan negara bagian, sekitar 5.000 personel masih aktif hingga akhir Desember 2025. CBO memperkirakan, jika pengerahan sebesar ini terus berlanjut di tahun 2026, biaya operasional bisa mencapai $93 juta per bulan.
Washington D.C. menjadi lokasi operasi termahal di tahun 2025 dengan total $232 juta, di mana 2.950 tentara dikerahkan untuk mengatasi apa yang Trump sebut sebagai "kejahatan di luar kendali." Operasi di ibu kota ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir 2026 dengan biaya bulanan mencapai $55 juta. Los Angeles menyusul di posisi kedua dengan biaya $193 juta, melibatkan 4.200 Garda Nasional dan 700 Marinir, meski sebagian besar operasi di sana dihentikan dalam tiga bulan.
Sementara itu, pengerahan di Portland dan Chicago masing-masing menelan $26 juta dan $21 juta per bulan. Operasi di kedua kota ini telah dihentikan. Namun, di Memphis, pengerahan yang tahun lalu memakan $33 juta per bulan masih berlanjut, meski dengan jumlah personel yang lebih sedikit. CBO juga mencatat 200 anggota Garda Nasional tetap bersiaga di Texas dengan biaya $4 juta per bulan.
Analisis Dampak: Beban Anggaran dan Kontroversi Militerisasi
Angka-angka ini bukan sekadar deretan digit, melainkan cerminan dari beban besar yang ditanggung anggaran negara, yang pada akhirnya berasal dari uang pajak masyarakat. Penggunaan kekuatan militer untuk masalah penegakan hukum sipil di dalam negeri telah lama menjadi topik kontroversial. Keputusan Trump ini memicu perdebatan sengit mengenai batas kewenangan militer dan potensi militerisasi kehidupan perkotaan. Tantangan hukum yang muncul dari pemerintah daerah juga menyoroti gesekan antara kekuasaan federal dan otonomi lokal.
Selain biaya langsung, operasi semacam ini juga memiliki dampak tak kasat mata. Kehadiran tentara bersenjata lengkap di jalanan kota bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan ketakutan di kalangan warga sipil, alih-alih memberikan rasa aman. Ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitasnya dalam jangka panjang untuk mengatasi akar masalah kejahatan, dibandingkan dengan investasi pada program sosial atau penguatan kapasitas polisi sipil. Dengan potensi pengerahan lebih lanjut, seperti estimasi CBO untuk 1.000 Garda Nasional di kota lain yang bisa menelan $18 juta hingga $21 juta per bulan, pertanyaan mengenai prioritas dan penggunaan dana publik akan terus menjadi sorotan tajam.