NEW YORK LUMPUH TOTAL! BADAI SALJU GILA HANTAM AMERIKA - Berita Dunia
← Kembali

NEW YORK LUMPUH TOTAL! BADAI SALJU GILA HANTAM AMERIKA

Foto Berita

Badai salju yang parah kini menyelimuti sebagian besar wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan New York City menjadi salah satu pusat dampak utamanya. Walikota Zohran Mamdani pada Minggu malam waktu setempat mengumumkan status darurat lokal, memerintahkan penutupan seluruh jaringan lalu lintas kota, termasuk jalan, tol, dan jembatan, mulai Minggu malam hingga Senin siang. Larangan ini hanya dikecualikan untuk perjalanan darurat dan pekerja esensial.

Menurut National Weather Service (NWS), badai musim dingin ini membawa salju lebat dengan intensitas hingga 7,6 cm per jam, dan total akumulasi salju diperkirakan mencapai 30 hingga 61 cm. Selain itu, angin kencang hingga 100 km/jam juga diprediksi akan menyertai badai, menciptakan kondisi perjalanan yang 'hampir mustahil'. NWS bahkan mengeluarkan peringatan badai salju untuk New York City, Long Island, Boston, serta komunitas pesisir di New Jersey, Connecticut, Delaware, Maryland, dan Rhode Island.

Dampak awal badai sudah terasa. Jarak pandang di New York pada Minggu malam menurun drastis, bahkan gedung-gedung pencakar langit Wall Street nyaris tak terlihat dari Brooklyn. Ancaman pemadaman listrik juga membayangi, mengingat kombinasi angin kencang dan beban salju basah yang berat. Data terkini menunjukkan, lebih dari 22.000 pelanggan di New Jersey sudah merasakan dampaknya dengan kehilangan pasokan listrik.

Walikota Mamdani menegaskan bahwa New York City belum pernah menghadapi badai dengan skala seperti ini dalam satu dekade terakhir, menjelaskan pentingnya larangan perjalanan non-esensial. Namun, keputusan ini juga menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Seorang warga Brooklyn, Brandon Smith (33), mengungkapkan kekecewaannya karena banyak tempat kerja tetap beroperasi meskipun transportasi umum dan jalanan ditutup. Kondisi ini tentu menjadi dilema bagi para pekerja yang harus tetap beraktivitas di tengah ancaman badai ekstrem yang berpotensi melumpuhkan ekonomi lokal untuk sementara waktu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook