Paris — Petenis Rusia berusia 19 tahun, Mirra Andreeva, berhasil menjuarai turnamen Grand Slam Perancis Terbuka (Roland Garros) 2025. Berlaga di lapangan tanah liat Court Philippe-Chatrier, unggulan kedelapan itu mengalahkan petenis kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, dengan skor telak 6-3, 6-2 pada final, Sabtu (7/6/2025).
Kemenangan ini mengukuhkan Andreeva sebagai juara termuda sejak legenda Monica Seles yang menjuarai turnamen yang sama pada usia 18 tahun di tahun 1992. Statusnya sebagai 'phenom' atau keajaiban sejak usia 15 tahun kini benar-benar terbukti.
Meski angin kencang menjadi faktor pengganggu di lapangan, Andreeva tampil dominan. Ia mencatatkan 25 winner berbanding 10 milik lawannya, serta hanya melakukan 26 unforced error, lebih rendah dari Chwalinska yang mencatat 29 kesalahan sendiri. Andreeva bahkan mampu memenangkan sembilan game beruntun untuk membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 2-3 di set pertama.
Momen paling emosional terjadi saat upacara penganugerahan trofi. Andreeva dengan unik mengucapkan terima kasih kepada dirinya sendiri. "Terima kasih untuk diriku sendiri yang selalu percaya, selalu memberi 100 persen bahkan saat sulit, berusaha menjadi lebih baik setiap hari sebagai pribadi dan pemain," ujarnya seraya mengakui perjuangan melawan 'setan dalam dirinya' selama dua pekan turnamen.
Di sisi lain, Chwalinska yang berperingkat 114 dunia dan berstatus kualifikasi, gagal mencatatkan sejarah sebagai petenis kualifikasi pertama yang juara Roland Garros. Ia hanya bisa memuji lawannya. "Kamu sangat muda dan berbakat. Menyebalkan sekali," kata Chwalinska sambil tersenyum.
Kemenangan ini juga menjadi simbol ketangguhan di tengah tekanan politik. Akibat perang Rusia-Ukraina, Andreeva bermain dengan status netral tanpa bendera negara. Seperti yang sudah menjadi kebiasaan, petenis Ukraina, Marta Kostyuk, menolak berjabat tangan dengan Andreeva di babak semifinal. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkahnya.
Lahir di Siberia dan besar di Sochi serta Perancis, Andreeva juga mendapat sambutan hangat dari penonton saat melontarkan beberapa patah kata dalam Bahasa Perancis. Ia kini resmi menjadi Grand Slammer di usia 19 tahun, melampaui pencapaian pelatihnya sendiri, Conchita Martinez, yang hanya menjadi runner-up di turnamen yang sama pada tahun 2000.