CHINA MARAH BESAR, BRITISH STEEL DIRAMPAS NEGARA - Berita Dunia
← Kembali

CHINA MARAH BESAR, BRITISH STEEL DIRAMPAS NEGARA

Foto Berita

BEIJING - Pemerintah China melontarkan kritik pedas setelah Inggris resmi menasionalisasi British Steel, pabrik baja yang sebelumnya dimiliki oleh perusahaan China, Jingye Group. Dalam pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China, mereka menyatakan 'sangat tidak puas' dan 'sangat menentang' keputusan sepihak London.

Langkah nasionalisasi ini diambil Parlemen Inggris untuk menyelamatkan pabrik baja di Scunthorpe yang terus merugi. Pemerintah Inggris menilai aset ini penting untuk ketahanan nasional dan lapangan kerja. Namun, China melihat tindakan ini sebagai perampasan hak legal Jingye Group yang telah menginvestasikan miliaran dolar.

"Tindakan ini secara serius melanggar hak dan kepentingan sah Jingye serta merusak kepercayaan perusahaan China untuk berinvestasi di Inggris," tegas pernyataan Kementerian Perdagangan China, Jumat (20/6).

China juga mengingatkan Inggris untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Investasi Bilateral China-Inggris. Mereka mengancam akan memantau perkembangan kasus ini dan siap melindungi hak-hak perusahaan China, meski tidak merinci langkah konkret yang akan diambil.

Situasi ini menjadi ujian diplomatik pertama bagi Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham, yang akan dilantik Senin depan. Burnham harus pintar-pintar menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan hubungan dagang dengan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Yang menarik, meski sudah dinasionalisasi, pemerintah Inggris justru harus menanggung biaya operasional yang sangat besar. Badan Audit Nasional mencatat pabrik Scunthorpe menghabiskan dana sekitar Rp26 miliar per hari. Jingye sendiri sebelumnya mengaku perusahaan merugi Rp14 miliar per hari.

Menteri Bisnis Inggris, Peter Kyle, mengakui pemerintah harus menanggung biaya operasional untuk jangka pendek. Namun, ia memastikan langkah ini penting untuk melindungi rantai pasok baja vital Inggris dan ribuan pekerja yang bergantung padanya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook