TRUMP KLAIM IRAN INGIN DAMAI, ISRAEL ENGGAN! - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP KLAIM IRAN INGIN DAMAI, ISRAEL ENGGAN!

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin heboh dengan klaimnya soal negosiasi damai yang tengah bergulir antara AS dan Iran. Trump bahkan pede bilang kalau Iran "sangat ingin" berdamai, meski sebelumnya Tehran terang-terangan menampik kabar itu sebagai "berita bohong". Ia juga sempat mengisyaratkan bakal ada "hadiah besar" berupa minyak dan gas jika kesepakatan tercapai.

Namun, di balik klaim Trump, ketegangan militer di lapangan justru terus membara. Iran masih melancarkan serangannya ke Israel, dan baru-baru ini ada insiden dekat fasilitas nuklir Bushehr. Kabar lain menyebutkan, Washington sudah mengirim proposal 15 poin kepada Iran lewat Pakistan. Poin-poin pentingnya termasuk penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya dicekik Tehran.

Menariknya, Kementerian Luar Negeri Iran belakangan mulai mengakui adanya pesan dari "negara-negara sahabat" yang mengindikasikan "permintaan negosiasi" dari AS. Tapi jangan salah, Iran punya harga mati. Mereka mau perang ini berakhir dengan "persyaratan sendiri". Apa saja? Mulai dari membangun efek gentar agar tidak diserang lagi seperti tahun lalu, sampai keuntungan ekonomi seperti keringanan sanksi, pungutan biaya lintas Selat Hormuz, dan ganti rugi untuk membangun kembali negara mereka setelah dihantam serangan AS dan Israel.

Situasi ini makin pelik karena sikap Israel. Meski Trump sedang pusing tujuh keliling mencari jalan keluar diplomatik di tengah lonjakan harga energi dan ekonomi global yang sempoyongan, juru bicara militer Israel, Effie Defrin, tegas menyatakan rencana perang negaranya "tidak berubah". Di sisi lain, di dalam negeri AS sendiri, dukungan untuk perang ini kian merosot; survei menunjukkan 61 persen warga Amerika menentang serangan ke Iran.

Analisis: Klaim Trump soal negosiasi ini bisa jadi strategi ganda. Di satu sisi, ia mencoba meredakan tekanan domestik yang kian kuat akibat perang yang tidak populer dan biaya yang mahal. Di sisi lain, ini juga bisa jadi upaya untuk menekan Iran agar mau duduk semeja. Namun, dengan sikap Israel yang tetap tegar pada rencana militernya, dan Iran yang menuntut persyaratan kompleks mulai dari jaminan keamanan hingga keuntungan ekonomi, proses menuju perdamaian sejati antara ketiga belah pihak ini masih jauh dari kata mulus. Masa depan harga energi dan stabilitas ekonomi global pun masih bergantung pada geliat diplomasi di tengah medan perang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook