KYIV BERDENYUT LAGI! UKRAINA LAWAN RUSIA EMPAT TAHUN - Berita Dunia
← Kembali

KYIV BERDENYUT LAGI! UKRAINA LAWAN RUSIA EMPAT TAHUN

Foto Berita

Padahal, saat invasi besar-besaran Rusia dimulai, banyak pakar dan pemimpin dunia memprediksi Kyiv akan jatuh dalam hitungan hari atau minggu. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan disebut yakin perang akan selesai cepat. Nyatanya, Ukraina berhasil bertahan, bahkan Kyiv kini terasa lebih hidup dari sebelumnya.

Meski Rusia berhasil menguasai sekitar 10 persen wilayah Ukraina, mereka juga harus membayar mahal dengan kehilangan wilayah yang sempat direbut dan dilaporkan 1,3 juta tentara tewas atau luka parah. Jarak posisi pasukan Rusia terdekat dari Kyiv kini lebih dari 300 kilometer, jauh dari ancaman langsung.

Di balik klaim Rusia bahwa perang ini dipicu oleh ekspansi NATO dan militerisasi Ukraina, justru kini dua negara baru, Swedia dan Finlandia, resmi bergabung dengan aliansi tersebut. Tak hanya itu, Ukraina sendiri berhasil membangun salah satu militer terbesar dan paling siap tempur di Eropa. Namun, perjuangan Ukraina di medan perang tidaklah mudah. Beberapa serangan balik gagal dan inisiatif merebut kembali wilayah di Kursk, Rusia, juga harus dibayar dengan ribuan nyawa tanpa hasil signifikan.

Tantangan utama kini adalah mobilisasi tentara. Menurut Glib Voloskyi dari yayasan Come Back Alive, semangat sukarelawan mulai menipis dan proses mobilisasi makin sulit, membuat Ukraina butuh insentif tambahan. Ketergantungan pada bantuan sekutu Eropa pun sangat vital. Uni Eropa telah menyetujui pinjaman jumbo senilai 90 miliar euro (sekitar Rp1.500 triliun) yang diharapkan bisa menopang kebutuhan militer Ukraina hingga 2027.

Dengan dukungan finansial dan pasokan senjata yang terus mengalir, Kyiv tampaknya siap melanjutkan perlawanan. Namun, banyak yang sangsi perang ini akan berakhir dalam waktu dekat. Volodymyr Proskura, warga Lviv, bahkan memprediksi gencatan senjata sekalipun mungkin hanya akan menjadi jeda sebelum konflik kembali pecah. Ini menunjukkan bahwa dampak jangka panjang perang ini akan terus membentuk lanskap geopolitik Eropa dan menguji ketahanan masyarakat Ukraina.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook