Meskipun pembicaraan diplomasi terus digulirkan, potensi eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran justru semakin menguat. Demikian peringatan dari Ross Harrison, seorang Senior Fellow di Middle East Institute. Menurut Harrison, diskusi diplomatik yang terlihat di permukaan hanyalah kedok yang menutupi posisi garis keras dari kedua belah pihak. Ini mengindikasikan bahwa terlepas dari retorika damai, situasi sebenarnya jauh dari kata tenang dan bisa mengarah pada konflik bersenjata.
Dampak dari eskalasi ini tentu sangat serius. Selain destabilisasi regional yang sudah rentan, konflik bersenjata bisa memicu lonjakan harga minyak global dan mengancam jalur pelayaran vital di Teluk Persia, belum lagi potensi krisis kemanusiaan yang tak terhindarkan. Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari komunitas internasional agar tidak terjadi percikan api yang membakar kawasan dan memicu dampak lebih luas pada stabilitas geopolitik global.