Portugal kini tengah menggelar pesta demokrasi. Jutaan warga berbondong-bondong ke TPS Minggu pagi waktu setempat, memilih presiden baru. Namun, Pemilu kali ini mencuri perhatian karena bangkitnya kekuatan politik ekstrem kanan yang berpotensi bikin sejarah.
Andre Ventura, pemimpin partai ekstrem kanan Chega (Cukup), jadi sorotan utama. Prediksi menunjukkan Ventura bisa memimpin di putaran pertama. Ini membuka peluangnya lolos ke putaran kedua, skenario yang tak pernah terjadi dalam empat dekade terakhir bagi kandidat non-arus utama. Kalau ini sampai terjadi, Portugal bakal bikin sejarah. Sekaligus, ini menambah daftar panjang negara Eropa yang sedang menyaksikan kebangkitan partai ekstrem kanan.
Partai Chega sendiri tergolong baru, berdiri enam tahun lalu. Tapi, dukungan publik yang masif sudah mengantarkannya jadi partai terbesar kedua di parlemen Portugal. Ventura memang dikenal dengan retorika kerasnya, terutama soal imigrasi. Ia bahkan nekat memasang baliho-baliho provokatif di seluruh negeri yang berbunyi, "Ini bukan Bangladesh" dan "Imigran seharusnya tidak boleh hidup dari tunjangan kesejahteraan."
Meskipun peran Presiden Portugal cenderung simbolis dan tak punya kekuasaan eksekutif langsung, posisinya sangatlah vital. Kepala negara berfungsi sebagai mediator, penengah sengketa, dan punya wewenang kuat. Presiden bisa memveto undang-undang dari parlemen (meski veto bisa dibatalkan) dan yang paling penting, punya hak membubarkan parlemen serta menyerukan pemilihan umum dini.
Total ada 11 kandidat yang bersaing memperebutkan hampir 11 juta suara pemilih terdaftar. Pemenangnya nanti akan menggantikan Presiden Marcelo Rebelo de Sousa yang sudah menjabat dua periode, masing-masing lima tahun. Selain Ventura, kandidat populer lain datang dari dua partai utama yang selama setengah abad terakhir selalu bergantian berkuasa: Luis Marques Mendes dari Partai Sosial Demokrat (tengah-kanan) dan Antonio Jose Seguro dari Partai Sosialis (tengah-kiri).
Meski dinamika politik Portugal menarik, pengaruhnya terhadap arah Uni Eropa secara keseluruhan sebetulnya tidak terlalu signifikan. Ini mengingat kontribusi ekonominya yang relatif kecil bagi GDP UE.