PERANG DRONE TERBESAR EMPAT TAHUN GUNCANG RUSIA - Berita Dunia
← Kembali

PERANG DRONE TERBESAR EMPAT TAHUN GUNCANG RUSIA

Foto Berita

Konflik Rusia-Ukraina kembali memanas dengan eskalasi serangan udara yang masif. Otoritas Rusia melaporkan bahwa wilayah Leningrad, termasuk kota St Petersburg, menjadi sasaran gelombang serangan drone Ukraina yang disebut sebagai yang terbesar dalam empat tahun terakhir. Gubernur Leningrad, Alexander Drozdenko, mengungkapkan bahwa pihaknya menembak jatuh 145 drone, sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim total 1.015 drone Ukraina telah dilumpuhkan semalam. Serangan ini memicu kebakaran di sejumlah titik strategis, mulai dari terminal minyak St Petersburg, depot minyak Ruchi, hingga pusat logistik perusahaan e-commerce Ozon. Dampaknya pun terasa langsung bagi warga sipil, dengan laporan sekitar 20.000 orang mengalami pemadaman listrik dan operasional Bandara utama St Petersburg terpaksa dibatasi demi alasan keamanan.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melaporkan bahwa pasukan Rusia juga melancarkan serangan balasan yang menewaskan dua orang dan melukai 12 lainnya, termasuk dua anak-anak. Zelenskyy menegaskan bahwa Moskow terus melanggar kesepakatan gencatan senjata energi yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, Rusia telah melanggar kesepakatan tersebut sebanyak 76 kali dalam sepekan terakhir, dengan target utama fasilitas energi dan infrastruktur vital di wilayah Vinnytsia, Zhytomyr, Khmelnytskyi, dan Odesa. Situasi ini menandakan bahwa upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan belum membuahkan hasil, dan kedua belah pihak masih bersikeras melanjutkan strategi perang saling balas.

Analisis Dampak: Serangan udara besar-besaran ini membawa dampak kemanusiaan yang signifikan bagi masyarakat sipil di kedua negara. Warga di St Petersburg dan sekitarnya harus menghadapi gangguan listrik dan ketakutan akan serangan susulan, sementara warga Ukraina terus hidup dalam ancaman pemadaman listrik akibat kerusakan infrastruktur energi. Selain itu, pembatasan penerbangan di bandara internasional menunjukkan bahwa perang telah mengganggu mobilitas publik dan aktivitas ekonomi. Bagi masyarakat global, eskalasi ini menjadi sinyal bahwa konflik belum akan berakhir dalam waktu dekat, yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga energi dan pangan dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook