KOMANDO INGGRIS BANTAI KAPAL MINYAK RUSIA DI LAUT - Berita Dunia
← Kembali

KOMANDO INGGRIS BANTAI KAPAL MINYAK RUSIA DI LAUT

Foto Berita

London – Untuk pertama kalinya, pasukan elit Kerajaan Inggris (Royal Marines) melakukan operasi penyergapan dramatis di Selat Inggris pada Minggu (15/9). Mereka membajak sebuah kapal tanker minyak milik Rusia yang diduga melanggar sanksi Barat. Perdana Menteri Keir Starmer menyebut aksi ini sebagai pukulan telak bagi Moskow yang sedang mencari dana untuk perang di Ukraina.

Dalam operasi yang berlangsung enam jam itu, komando Inggris turun dari helikopter Chinook menggunakan tali, dikawal fregat Angkatan Laut dan kapal penyapu ranjau. Mereka berhasil menguasai kapal tanker bernama Smyrtos yang membawa 700.000 barel minyak Rusia. Kapal berbendera Kamerun ini berlayar dari pelabuhan Baltik Rusia menuju Mesir.

Badan Kejahatan Nasional (NCA) langsung menangkap seorang warga negara India yang menjadi awak kapal atas dugaan pelanggaran sanksi. Total ada 24 kru berkebangsaan Georgia dan India yang kini diamankan di kapal yang berlabuh di lepas pantai Dorset, Inggris selatan.

Yang menarik, operasi ini berlangsung meskipun ada kapal perang Rusia, Admiral Grigorovich, yang berpatroli di dekat lokasi. Fregat Rusia itu sudah berada di dekat perairan Inggris sejak April lalu. Namun, Inggris tetap nekat menyergap.

Dampak dan Analisis: Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa negara-negara Barat mulai berani mengambil tindakan fisik langsung terhadap apa yang disebut sebagai 'armada bayangan' Rusia. Armada ini terdiri dari ratusan kapal tanker tua yang digunakan Rusia untuk mengelabui sanksi dan tetap bisa menjual minyak ke pasar global.

Akibat penyergapan ini, setidaknya enam kapal tanker lain langsung mengubah rute dan menjauh dari Selat Inggris. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berterima kasih kepada Inggris atas langkah berani ini. Sementara itu, Rusia belum memberikan pernyataan resmi.

Bagi masyarakat global, operasi ini menandai eskalasi baru dalam perang ekonomi melawan Rusia. Jika sebelumnya sanksi hanya di atas kertas, kini ada aksi militer langsung di laut lepas. Ini bisa memicu ketegangan baru di perairan internasional dan membuat harga minyak dunia semakin tidak stabil.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook