SERANGAN SUBUH DI DAMASKUS, 5 MILITAN TEWAS - Berita Dunia
← Kembali

SERANGAN SUBUH DI DAMASKUS, 5 MILITAN TEWAS

Foto Berita

Operasi keamanan di Kota Rankous, pinggiran barat Damaskus, berujung bentrokan berdarah pada Kamis pagi. Tim keamanan Suriah menggerebek sel yang diduga terafiliasi ISIS, dan dua anggota pasukan keamanan dilaporkan tewas sementara lima lainnya luka-luka, sebagian dalam kondisi kritis.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Suriah, tersangka menolak menyerah dan melepaskan tembakan, memicu baku tembak yang berlangsung sekitar dua hingga tiga jam sejak pukul 06.00 pagi waktu setempat. Lima orang yang diduga anggota ISIS tewas dan enam lainnya ditangkap. Petugas menyita senjata serta sabuk bom dari lokasi.

Namun versi warga setempat berbeda. Mereka menyebut kelompok yang digerebek berjumlah sekitar sembilan orang—lebih kecil dari laporan resmi—dengan dua orang tewas, dua melarikan diri, dan sejumlah lainnya luka-luka. Warga juga melaporkan aparat memberlakukan jam malam dan menangkap beberapa orang di sekitar lokasi.

Operasi ini merupakan bagian dari rangkaian penggerebekan yang makin intensif dilakukan pemerintah Suriah untuk membongkar jaringan ISIS. Sebelumnya, awal bulan ini, pihak berwenang mengklaim menggagalkan rencana serangan ISIS di pedesaan Damaskus dan membongkar sel di area Houla, Homs. Rencana tersebut disebut menyasar tempat ibadah dan patroli keamanan.

Pada 6 Oktober, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan penangkapan Khaled Raed Birouni, yang dikenal sebagai Abu Hassan Dushka, di Kota Hujaira. Ia disebut sebagai komandan militer tertinggi ISIS untuk wilayah Homs dan dituduh merancang sejumlah serangan, termasuk bom masjid di lingkungan Wadi al-Dhahab pada Desember 2025 yang menewaskan delapan orang dan melukai 18 lainnya.

ISIS memang kerap menyasar pasukan keamanan Suriah, umumnya dengan menyerang bus dan kendaraan yang mengangkut personel, meski serangan terhadap warga sipil juga terjadi. Suriah baru bergabung dengan koalisi internasional anti-ISIS beranggotakan 90 negara pada November lalu, enam tahun setelah pasukan pimpinan Kurdi Suriah menaklukkan benteng terakhir ISIS di timur laut negara itu.

Dampak bagi masyarakat: operasi keamanan yang makin sering memang menekan ruang gerak ISIS, tetapi bentrokan bersenjata di permukiman padat seperti Rankous menimbulkan risiko bagi warga sipil—mulai dari jam malam mendadak, potensi korban salah sasaran, hingga ketegangan psikologis. Perbedaan data korban antara versi resmi dan warga juga menyoroti pentingnya transparansi informasi di tengah situasi konflik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook