Kekerasan di Tepi Barat kembali memanas. Pasukan Israel dilaporkan menangkap 36 warga Palestina dalam serangkaian penggerebekan yang terjadi bersamaan dengan musim panen zaitun. Penangkapan massal ini tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jenin, Hebron, Nablus, hingga Yerusalem.
Data dari Palestinian Prisoner’s Society menyebutkan, aksi raids ini menyasar kota-kota dan desa-desa, termasuk penangkapan terhadap mantan tahanan Shorok al-Badan di wilayah Hebron. Tidak hanya penangkapan, Komisi Perlawanan Kolonialisasi dan Tembok mencatat adanya 17 'pogrom' atau serangan brutal yang dilakukan oleh pasukan Israel dan pemukim terhadap para petani dan lahan pertanian mereka.
Serangan ini mencakup tindakan penganiayaan, penghalangan akses ke lahan, pencurian hasil panen, hingga pembakaran pohon zaitun. Warga juga diancam dengan senjata api dan tembakan langsung. Situasi ini dinilai semakin memperketat pembatasan akses warga Palestina terhadap mata pencaharian mereka.
Isu ini menarik perhatian internasional. Kandidat kongres dari Partai Demokrat AS, Brad Lander, sempat ditahan sebentar oleh militer Israel saat ia menjadi relawan untuk membantu para petani memanen zaitun. Penahanan ini menjadi sorotan karena menunjukkan eskalasi ketegangan yang melibatkan pihak asing di tengah konflik.