Yerusalem - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi memerintahkan penutupan total (full lockdown) terhadap wilayah pendudukan Tepi Barat. Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat setelah insiden penembakan yang terjadi di Hebron.
Langkah keras ini tidak berhenti di situ. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara bersamaan mengambil kebijakan kontroversial dengan memperluas akses pemukim ilegal untuk memiliki senjata api. Kebijakan ini memicu kekhawatiran baru akan meningkatnya eskalasi kekerasan di lapangan.
Di tengah situasi yang memanas, muncul pertanyaan besar mengenai peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di perbatasan Rafah, Gaza. Masyarakat internasional mempertanyakan efektivitas pengawasan PBB saat konflik terus bergulir. Laporan langsung dari jurnalis Al Jazeera, Marah Rayan, menyoroti bahwa situasi di lapangan semakin tidak terkendali dan berdampak langsung pada pembatasan mobilitas warga sipil.