Jakarta – Gelombang protes pecah di kalangan suporter sepakbola usai terungkapnya harga tiket pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat melawan Paraguay. Sejumlah penggemar mengaku merogoh kocek hingga USD 1.200 hingga USD 1.350 atau setara Rp19 juta hingga Rp22 juta per lembar tiket.
"FIFA seharusnya malu pada diri mereka sendiri," ujar salah satu fans yang diwawancarai Al Jazeera. Keluhan ini muncul di tengah kebijakan dynamic pricing yang diterapkan FIFA, di mana harga tiket melonjak drastis seiring tingginya permintaan.
Jika dibandingkan dengan Piala Dunia 2022 di Qatar, harga tiket termahal untuk partai final saja hanya berkisar USD 1.000. Artinya, laga babak grup kali ini justru lebih mahal. Analis ekonomi olahraga menilai sistem ini membuat sepakbola semakin eksklusif dan meninggalkan akar rumput. Dampaknya, stadion bisa dipenuhi oleh kalangan elit dan wisatawan kaya, sementara suporter setia yang berdarah-darah mendukung timnya justru tersingkirkan.