PIPA MANDET, SLOVAKIA POTONG BANTUAN LISTRIK UKRAINA! - Berita Dunia
← Kembali

PIPA MANDET, SLOVAKIA POTONG BANTUAN LISTRIK UKRAINA!

Foto Berita

Situasi pelik di Eropa Timur makin panas setelah Slovakia mengumumkan penghentian pasokan listrik darurat ke Ukraina. Keputusan ini datang langsung dari Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, sebagai respons atas mandeknya aliran minyak Rusia melalui pipa Druzhba yang melintasi wilayah Ukraina.

Fico sudah jauh-jauh hari memberi ultimatum kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy: jika pasokan minyak mentah Rusia via pipa Druzhba tidak dilanjutkan, bantuan listrik akan disetop. Ancaman ini kini direalisasikan. Tidak hanya itu, Slovakia juga mengisyaratkan akan meninjau ulang 'posisi konstruktif'-nya terkait keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dan menolak terlibat dalam pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro untuk Kyiv.

Druzhba, pipa peninggalan era Soviet, menjadi jalur vital bagi Slovakia dan Hungaria yang masih sangat bergantung pada minyak Rusia, meski Uni Eropa telah memberlakukan sanksi besar-besaran sejak invasi Rusia ke Ukraina hampir empat tahun lalu. Pipa ini mendapat pengecualian khusus agar negara-negara Eropa Tengah yang terkurung daratan punya waktu mencari alternatif pasokan energi.

Ukraina sendiri mengklaim kerusakan pipa terjadi akibat serangan drone Rusia pada akhir Januari dan sedang diperbaiki secepatnya. Namun, Fico dengan tegas menyebut pemblokiran ini adalah 'keputusan politik murni' yang bertujuan memeras Slovakia atas sikap internasionalnya terhadap perang di Ukraina. Senada dengan Slovakia, Hungaria juga menuduh Ukraina bertanggung jawab atas gangguan pasokan dan bahkan memblokir sanksi baru Uni Eropa serta pinjaman besar untuk Ukraina demi mendesak pembukaan kembali pipa tersebut.

Keputusan Slovakia ini menunjukkan bagaimana isu energi bisa menjadi alat tekanan diplomatik di tengah ketegangan geopolitik. Ketergantungan energi negara-negara Eropa Tengah pada Rusia menjadikan mereka rentan dan memicu kebijakan luar negeri yang kadang bertentangan dengan konsensus Uni Eropa. Jika kebuntuan pasokan minyak tak teratasi, krisis energi bisa meluas, mengancam stabilitas ekonomi dan politik kawasan. Ini juga berpotensi memperdalam keretakan di internal Uni Eropa dalam menghadapi Rusia, di saat solidaritas adalah kunci untuk mendukung Ukraina.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook