EL NINO BIKIN MUSIM BADAI ATLANTIK SEPI, PASIFIK BADAI - Berita Dunia
← Kembali

EL NINO BIKIN MUSIM BADAI ATLANTIK SEPI, PASIFIK BADAI

Foto Berita

Jakarta, 4 Juni 2025 – Musim badai Atlantik baru saja dimulai, tapi ramalannya justru lebih sepi dari biasanya. Kok bisa? Jawabannya ada pada fenomena iklim global bernama El Nino.

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) memprediksi kemungkinan 55 persen aktivitas badai di Atlantik tahun ini akan berada di bawah normal. Sebaliknya, badai di Samudra Pasifik justru diprediksi bakal lebih ganas.

El Nino adalah pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena ini melemahkan angin pasat yang biasanya bertiup dari timur ke barat. Akibatnya, air hangat yang biasanya tertahan di dekat Asia justru 'kembali' ke arah Amerika.

Dampaknya, angin geser (wind shear) di Atlantik meningkat. Angin geser ini seperti gunting raksasa yang memotong puncak badai, membuatnya sulit tumbuh menjadi badai besar. Inilah kenapa El Nino 'menekan' jumlah badai di Atlantik.

Sebaliknya, di Pasifik, kondisi ini justru menyediakan lebih banyak energi panas untuk badai. Artinya, negara-negara di Pasifik seperti Filipina, Jepang, atau pantai barat Amerika harus lebih waspada terhadap potensi badai tropis yang lebih sering dan kuat.

Fenomena ini adalah siklus alami yang terjadi setiap 2-7 tahun, biasanya berlangsung 9-12 bulan. Kebalikannya, La Nina, justru akan meningkatkan badai di Atlantik. Keduanya adalah bagian dari siklus besar bernama ENSO (El Nino-Southern Oscillation).

Bagi masyarakat awam, ini adalah pengingat bahwa perubahan iklim global tidak melulu soal suhu panas. Pola angin dan curah hujan juga ikut berubah drastis, dan dampaknya bisa terasa langsung pada frekuensi bencana hidrometeorologi seperti badai tropis.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook