Tepi Barat, Al Jazeera – Aksi teror kembali terjadi di Tepi Barat yang diduduki. Sekelompok pemukim Israel melakukan aksi pembakaran yang menargetkan lahan pertanian milik warga Palestina di kawasan Masafer Yatta pada Selasa malam (18/2). Tak hanya membakar ladang, mereka juga merusak dan membakar kendaraan milik warga di dekat kota Tulkarem.
Insiden ini menjadi bagian dari gelombang kekerasan yang terus meningkat di wilayah pendudukan. Warga Palestina di berbagai desa harus berjibaku memadamkan api yang berkobar, sementara tanah mereka terus tergerus oleh perluasan permukiman ilegal Israel.
Analisis: Aksi brutal ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan bentuk tekanan sistematis untuk mengusir warga Palestina dari tanah leluhurnya. Data dari PBB mencatat, sepanjang tahun 2023, terjadi peningkatan signifikan serangan pemukim yang mencapai lebih dari 1.000 insiden. Ketiadaan tindakan tegas dari otoritas Israel menunjukkan adanya pembiaran yang membuat situasi semakin tidak terkendali. Dampaknya, warga Palestina hidup dalam ketakutan dan kehilangan mata pencaharian akibat lahan produktif mereka yang terus dihancurkan.