HOUSTON – Hari ke-10 Piala Dunia 2026 menyajikan laga seru antara Belanda dan Swedia di Houston. Pertandingan ini menjadi sorotan utama di antara empat pertandingan grup lainnya. Selain duel Belanda vs Swedia, ada Jerman vs Pantai Gading di Toronto, Ekuador vs Curacao di Kansas City, dan Tunisia vs Jepang di Monterrey.
Di luar lapangan, Amerika Serikat sudah memastikan tempat di babak gugur setelah mengalahkan Australia. Sementara itu, Brasil semakin dekat dengan tiket ke fase berikutnya. Namun, kabar kurang sedap datang dari Aljazair yang melaporkan protes resmi ke FIFA terkait keputusan wasit saat kalah dari Argentina.
Belanda dan Swedia sudah bertemu 20 kali. Terakhir, Belanda menang 2-0 di kualifikasi Piala Dunia 2018. Dari tujuh pertemuan terakhir, Swedia cuma menang sekali. Meski Swedia tampil impresif saat mengalahkan Tunisia, Belanda tetap difavoritkan. Menurut superkomputer Opta, Belanda punya peluang menang 55,9 persen, sementara Swedia hanya 20,8 persen.
Laga Ekuador vs Curacao jadi pertemuan pertama mereka. Ekuador tak terkalahkan dalam 13 laga terakhir melawan tim CONCACAF. Opta memprediksi Ekuador menang 86,1 persen, sementara Curacao cuma 4,7 persen. Tapi, Piala Dunia ini sudah penuh kejutan, jadi jangan tulis dulu cerita underdog.
Jerman dan Pantai Gading baru sekali bertemu, hasil imbang 2-2 di laga uji coba 2009. Jerman punya rekor bagus melawan tim Afrika di Piala Dunia, cuma kalah sekali dari delapan pertandingan. Opta memberikan Jerman peluang 44,4 persen, Pantai Gading 30 persen. Sementara itu, Jepang mendominasi Tunisia dengan lima kemenangan dari enam pertemuan. Jepang difavoritkan dengan peluang 61,3 persen.
Di sisi lain, ada cerita unik dari Meksiko. Osito, seekor anjing penyelamat berusia delapan tahun, menjadi maskot tidak resmi Piala Dunia. Anjing ini viral saat muncul di pembukaan turnamen dengan naik sepeda kargo, mengenakan jersey Meksiko, kacamata hitam, dan topi. Pemiliknya, Jorge Rangel, kurir di Kota Meksiko, mengaku kaget dengan perhatian yang diterima Osito. Fenomena ini menunjukkan bagaimana Piala Dunia juga menjadi panggung bagi kisah-kisah mengharukan dari masyarakat biasa.
Sementara itu, kembalinya Norwegia ke Piala Dunia setelah 28 tahun disambut meriah oleh para pendukungnya. Mereka memadati Amerika Serikat dengan nyanyian ala Viking dan selebrasi khas yang menambah semarak turnamen.