BANGLADESH MEMILIH! ERA BARU TANPA PENGUASA LAMA? - Berita Dunia
← Kembali

BANGLADESH MEMILIH! ERA BARU TANPA PENGUASA LAMA?

Foto Berita

Bangladesh bersiap menuju bilik suara pada 12 Februari mendatang dalam sebuah pemilu yang diprediksi akan mengubah lanskap politik negara Asia Selatan ini secara drastis. Ini adalah pemilihan umum pertama sejak penggulingan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada tahun 2024, yang kini berada dalam pengasingan setelah dijatuhi hukuman mati atas tuduhan kekerasan terhadap demonstran. Di bawah pengawasan pemerintahan sementara yang dipimpin peraih Nobel Muhammad Yunus, sebanyak 127 juta pemilih akan menentukan 350 anggota parlemen, sembari juga mempersiapkan referendum penting untuk masa depan tata kelola negara.

Pemilu kali ini bukan sekadar pergantian kekuasaan biasa, melainkan titik balik sejarah. Setelah puluhan tahun didominasi Awami League pimpinan Hasina, partai tersebut kini dilarang ikut serta dalam kontestasi. Kekosongan kekuasaan ini membuka peluang bagi kekuatan politik baru untuk bersinar, menandai berakhirnya era panjang dan sering diwarnai kontroversi. Pergantian ini juga memicu pertanyaan besar tentang stabilitas dan arah demokrasi Bangladesh ke depan.

Dua blok kekuatan utama siap bertarung sengit memperebutkan kursi parlemen. Pertama adalah Bangladesh Nationalist Party (BNP) yang dipimpin Tarique Rahman, putra mendiang PM Khaleda Zia. BNP memimpin koalisi 10 partai dengan ideologi nasionalisme Bangladesh. Kedua, ada aliansi 11 partai yang dikomandoi Jamaat-e-Islami (JIB), termasuk National Citizen Party yang dibentuk oleh para mahasiswa penggerak demonstrasi anti-Hasina. Selain dua kekuatan utama ini, partai Islami Andolan Bangladesh dan Jatiya Party, mantan sekutu Awami League, juga ikut berkompetisi secara independen.

Pemilu ini berlangsung di tengah harapan besar masyarakat akan perubahan, namun juga dibayangi tantangan stabilitas politik. Keberadaan pemerintah transisi yang netral adalah kunci untuk memastikan proses berjalan adil dan menghasilkan pemerintahan yang legitimate. Bersamaan dengan pemilu, Bangladesh juga akan mengadakan referendum mengenai Piagam Nasional Juli 2025, sebuah dokumen yang disusun pasca-protes mahasiswa untuk meletakkan fondasi tata kelola pemerintahan di masa depan. Hasil pemilu dan referendum ini akan sangat menentukan arah demokrasi dan pembangunan Bangladesh, memicu pertanyaan besar: akankah Bangladesh berhasil merajut kembali stabilitas dan mencapai konsensus politik setelah periode penuh gejolak ini, serta bagaimana pemerintahan baru nanti akan mengatasi luka lama dan membangun kepercayaan publik?


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook