Aktor veteran asal Selandia Baru, Sam Neill, meninggal dunia pada usia 78 tahun. Namanya akan selalu dikenang sebagai Dr. Alan Grant, paleontolog pemberani dalam film legendaris Jurassic Park (1993). Film blockbuster itu tidak hanya melambungkan namanya di kancah internasional, tetapi juga melahirkan sederet sekuel dan reboot, termasuk seri Jurassic World yang baru-baru ini ia bintangi.
Namun, karier Neill tidak melulu soal lari dari kejaran Velociraptor. Selama lima dekade, ia membuktikan diri sebagai aktor serba bisa. Ia lahir di Omagh, Irlandia Utara pada 1947, lalu pindah ke Selandia Baru saat berusia tujuh tahun. Menariknya, nama aslinya adalah Nigel, tetapi ia menggantinya menjadi Sam karena di sekolah barunya sudah banyak anak bernama Nigel.
Sebelum terkenal, Neill sempat gagal di fakultas hukum dan memilih dunia akting. Ia memulai karier dari produksi teater dan film lokal Selandia Baru, lalu merambah Australia. Film My Brilliant Career (1979) menjadi batu loncatan yang membawanya ke panggung internasional. Ia juga tampil di film horor kultus Possession (1981), Omen III: The Final Conflict, hingga drama pemenang penghargaan The Piano (1993).
Di luar layar lebar, Neill juga dikenal lewat serial TV populer seperti Peaky Blinders. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi industri perfilman global. Penggemar dan rekan sesama aktor pun menyebutnya sebagai sosok yang rendah hati dan penuh dedikasi.
Analisis Dampak: Kehilangan Sam Neill adalah pukulan berat bagi industri film. Ia adalah simbol aktor yang berhasil meraih ketenaran di usia matang, membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu datang di usia muda. Warisannya dalam Jurassic Park akan terus hidup sebagai salah satu ikon budaya pop paling abadi sepanjang masa.