Hujan deras yang mengguyur Jalur Gaza sejak Sabtu dini hari telah membanjiri sekitar 70.000 tenda pengungsian. Otoritas setempat melaporkan puluhan ribu keluarga terpaksa mengungsi lagi karena tenda mereka terendam air. Tidak hanya itu, puluhan dinding dan atap yang sudah retak ambruk akibat cuaca ekstrem ini, menyebabkan sejumlah orang terluka, sebagian dalam kondisi kritis.
Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, mengungkapkan timnya menerima lebih dari 1.500 panggilan darurat dalam semalam. Namun, upaya penyelamatan terkendala karena tim beroperasi tanpa peralatan dan kemampuan memadai. Situasi diperparah oleh pembatasan bantuan dari Israel yang menghambat respons kemanusiaan. Basal menyerukan kepada komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera turun tangan menyelamatkan ratusan ribu pengungsi dari dampak badai ini.
Dampak bagi masyarakat: Banjir ini menambah penderitaan warga Gaza yang sudah lama terdampak konflik. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal sementara, risiko penyakit menular meningkat, dan akses bantuan semakin sulit. Kondisi ini membutuhkan perhatian darurat dari dunia internasional agar tidak terjadi krisis kemanusiaan yang lebih parah.