Jakarta, Media Online – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengungkapkan kekagumannya pada Kastil Caernarfon di Wales Utara. Dalam buku barunya yang berjudul Communion: Finding My Way Back to Faith, Vance menyebut kastil abad ke-13 itu sebagai 'hal paling keren yang pernah ia lihat'.
Vance mengunjungi situs warisan dunia UNESCO itu pada 2013 bersama istrinya, Usha. Ia terkesima dengan usia bangunan yang sudah berdiri sejak 700 tahun lalu—jauh sebelum Amerika Serikat ditemukan. 'Rumah kami di Cincinnati dibangun 150 tahun lalu dan orang menyebutnya bersejarah. Kastil ini sudah berusia ratusan tahun ketika pemukim Inggris pertama mendarat di AS,' tulisnya.
Pengalaman ini mengubah cara pandang Vance tentang kehidupan. Ia mengaku untuk pertama kalinya merasakan betapa kecilnya dirinya di tengah skala waktu yang tak terbatas. 'Saya merasa seperti cegukan dalam skala waktu yang luas,' katanya.
Selain berwisata, Vance dan istrinya juga sarapan Inggris di pub lokal dan mengunjungi Kastil Conwy. Ia menulis bahwa perjalanan ini mengajarinya untuk 'keluar dari jalur wisata biasa' dan benar-benar memahami kehidupan di tempat asing. Menariknya, ia juga bertemu pekerja utilitas di Wales yang ternyata adalah pembaca setia artikel konservatifnya di National Review.
Analisis: Pengakuan Vance ini menunjukkan bagaimana pengalaman lintas budaya bisa memengaruhi perspektif seorang pemimpin global. Di tengah ketegangan politik AS-Inggris pasca-Brexit, momen ini bisa menjadi soft diplomacy yang mempererat hubungan kedua negara. Selain itu, kunjungan tokoh sekelas wapres AS juga berpotensi meningkatkan pariwisata Wales di mata wisatawan Amerika.