HOROR SUDAN: KONVOI BANTUAN DISERANG, PBB SOROT INDIKASI GENOSIDA - Berita Dunia
← Kembali

HOROR SUDAN: KONVOI BANTUAN DISERANG, PBB SOROT INDIKASI GENOSIDA

Foto Berita

Situasi kemanusiaan di Sudan kembali memanas setelah tiga pekerja bantuan tewas dan empat lainnya luka-luka dalam serangan drone brutal. Diduga kuat, serangan ini dilancarkan oleh kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) dan sekutunya, menargetkan konvoi yang membawa pasokan pangan vital di negara bagian Kordofan Selatan.

Konvoi truk yang sarat dengan bantuan kemanusiaan itu menjadi sasaran saat melintasi wilayah Kartala, dalam perjalanan menuju kota Kadugli dan Dilling pada Kamis. Jaringan Dokter Sudan (Sudan Doctors Network) langsung mengecam keras insiden ini. Mereka menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan norma-norma yang melarang penyerangan terhadap pekerja kemanusiaan.

Ini bukan kali pertama serangan semacam itu terjadi. Jaringan Dokter Sudan mengungkapkan, ini adalah insiden kedua dalam waktu kurang dari sebulan, setelah sebelumnya konvoi PBB juga menjadi target di Al-Rahad. Eskalasi berbahaya ini jelas mengancam keamanan operasi bantuan dan memperparah penderitaan jutaan warga sipil yang sudah sangat menderita akibat perang saudara.

Serangan brutal ini terjadi di tengah perang saudara sengit antara RSF dan Tentara Sudan (SAF) yang telah berkecamuk sejak April 2023, menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan lainnya terpaksa mengungsi. Kondisi makin mencekam, apalagi PBB baru saja merilis laporan yang menyebut tindakan RSF di el-Fasher, Darfur Utara, memiliki indikasi genosida. Laporan itu menggambarkan 'kampanye penghancuran terkoordinasi' terhadap komunitas non-Arab selama pengepungan 18 bulan di kota tersebut. Bahkan, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah membuka investigasi atas dugaan kejahatan perang oleh kedua belah pihak dalam konflik ini.

Jaringan Dokter Sudan mendesak komunitas internasional, PBB, dan organisasi hak asasi manusia untuk segera menekan pimpinan RSF. Tujuannya jelas: memastikan perlindungan konvoi dan pekerja bantuan, membuka koridor kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan, serta meminta pertanggungjawaban pihak yang menyerang bantuan. Tanpa tekanan serius, krisis kemanusiaan di Sudan dipastikan akan terus memburuk.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook