Gelombang desakan agar Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, mundur dari jabatannya semakin menguat. Setelah Prancis dan Jerman secara resmi mendesak pengunduran dirinya, lebih dari 100 seniman ternama dunia justru menyatakan dukungan penuh. Insiden ini berawal dari komentar Albanese yang mengkritik 'sistem pemicu genosida di Palestina', yang kemudian disalahartikan dan memicu tuduhan 'anti-Semit' dari Paris dan Berlin.
Para seniman seperti Mark Ruffalo, Javier Bardem, peraih Nobel Annie Ernaux, dan musisi Annie Lennox, kompak membela Albanese melalui surat terbuka. Mereka menegaskan, Albanese adalah pembela hak asasi manusia dan hak rakyat Palestina untuk eksis. Sebelumnya, sebuah video palsu sempat beredar, menuduhnya menuding Israel sebagai 'musuh bersama'. Namun, Albanese mengklarifikasi bahwa 'musuh bersama' yang dimaksud adalah sistem yang memungkinkan kekejaman di Palestina.
Meski begitu, tekanan dari sejumlah negara Eropa tak surut. Anggota parlemen Prancis bahkan mengirim surat kecaman, diikuti oleh Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot yang mendesaknya mundur. Jerman pun ikut bersuara, menganggap posisi Albanese 'tak dapat dipertahankan'.
Pengamat menilai, desakan ini tak lepas dari sikap Albanese yang konsisten menyoroti kegagalan negara-negara di dunia dalam menjalankan kewajibannya mencegah genosida di Gaza, sesuai hukum internasional. Kasus ini bukan hanya tentang satu pejabat PBB, melainkan sinyal bahaya bagi independensi dan kebebasan berekspresi dalam tubuh organisasi dunia tersebut. Ada dugaan kuat, ini adalah upaya membungkam kritik sah terhadap Israel dengan tuduhan 'anti-Semit', sebuah taktik yang sering terjadi di panggung global. Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk HAM sendiri mengaku 'sangat khawatir' dengan serangan personal dan misinformasi yang menargetkan para pejabat PBB.