INGGRIS BERGOLAK: DOMINASI PARTAI BURUH KINI DIUJI BERAT - Berita Dunia
← Kembali

INGGRIS BERGOLAK: DOMINASI PARTAI BURUH KINI DIUJI BERAT

Foto Berita

Pemilihan sela di daerah Gorton dan Denton, Greater Manchester, yang seharusnya jadi ajang "rutin" bagi Partai Buruh Inggris, justru berubah jadi ujian berat. Kursi parlemen yang kosong setelah mundurnya Andrew Gwynne pada Januari lalu, kini diperebutkan oleh 11 kandidat. Lebih dari sekadar perebutan suara, kontestasi ini mencerminkan sejauh mana politik Inggris kini terpecah belah.

Dulu, Gorton dan Denton dikenal sebagai benteng kuat Partai Buruh. Namun, kini mereka menghadapi pertempuran sengit. Perpecahan internal partai dan makin besarnya ketidakpuasan pemilih jadi pemicu utama. Gesekan internal Labour terlihat jelas saat pemilihan calon kandidat. Upaya Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, untuk maju sebagai kandidat justru dimentahkan. Partai akhirnya memilih Angeliki Stogia, seorang anggota dewan lokal, untuk mempertahankan kursi.

Meskipun demikian, Partai Buruh masih punya pendukung setia. Khaled Osman, warga lokal, memuji kinerja partai, terutama dukungan untuk pengungsi dan pencari suaka. "Mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik dan kami mendukungnya," ujarnya kepada Al Jazeera.

Namun, tidak semua warga di konstituen yang beragam dan relatif kurang sejahtera ini sependapat. Colin Hensey, seorang warga, menunjuk pada penurunan kualitas layanan lokal. "Makin cepat Partai Buruh lengser, makin baik," katanya, mengeluhkan sulitnya mendapat janji temu dokter. "Ini mengapa semua orang pergi ke IGD, karena tidak bisa dapat janji di klinik. Masalah ini tidak ada 20-30 tahun lalu." Hal serupa disampaikan Carl Morris, pendukung partai Reform UK, yang mengeluhkan kondisi kota yang "penuh sampah" dan menganggap Labour tak berbuat banyak.

Situasi ini dimanfaatkan partai-partai lain. Partai Hijau, misalnya, memposisikan diri sebagai alternatif, berargumen bahwa Partai Buruh sudah menjauh dari nilai-nilai yang dulu mereka perjuangkan. Di sisi kanan jauh, Reform UK juga berusaha meraih kemenangan dengan citra anti-sistem, bersikap keras terhadap imigrasi dan kejahatan, serta terang-terangan mengkritik apa yang mereka sebut sebagai "kelas politik yang rusak".

Menurut laporan Al Jazeera dari Gorton dan Denton, setiap suara akan sangat berarti dalam pertarungan sengit akhir bulan ini. Ini bukan hanya tentang siapa yang menang, melainkan juga "perebutan untuk menyalurkan frustrasi yang dirasakan di sini dan ke mana arahnya selanjutnya."

Analisis lebih lanjut menunjukkan, pemilihan sela ini adalah barometer penting. Ini memperlihatkan bahwa bahkan di basis-basis tradisional, loyalitas pemilih tak lagi bisa dianggap remeh. Kekecewaan terhadap layanan publik dasar dan perasaan "ditinggalkan" menjadi ladang subur bagi narasi partai-partai penantang. Jika tren fragmentasi politik ini terus berlanjut, dominasi partai-partai besar di Inggris akan semakin tergerus, berpotensi mengubah lanskap politik nasional dan menuntut strategi baru dari setiap kontestan pemilu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook