MINYAK KERING, EKONOMI KUBA DI UJUNG JURANG AKIBAT TEKANAN AS? - Berita Dunia
← Kembali

MINYAK KERING, EKONOMI KUBA DI UJUNG JURANG AKIBAT TEKANAN AS?

Foto Berita

Kondisi ekonomi Kuba dikabarkan berada di ambang kehancuran. Musababnya, pasokan minyak bumi dari dua negara pemasok utama, Meksiko dan Venezuela, kini terhenti atau berkurang drastis. Situasi genting ini tak lepas dari tekanan keras Amerika Serikat yang ingin semakin mengisolasi negara kepulauan Karibia itu.

Venezuela, yang sebelumnya memasok 33 persen kebutuhan minyak Kuba, sudah tidak bisa lagi mengirimkan komoditas vital tersebut. Ini terjadi setelah Presiden Nicolas Maduro dilaporkan diculik dalam operasi militer pada 3 Januari, yang kemudian berujung pada pengambilalihan industri minyak Venezuela oleh Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump bahkan secara tegas menyatakan tidak akan ada lagi minyak atau uang dari Venezuela yang mengalir ke Kuba.

Di sisi lain, Meksiko, yang selama ini menjadi pemasok terbesar dengan kontribusi 44 persen impor minyak Kuba, kini juga menangguhkan pengiriman. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyebut keputusan ini sebagai "keputusan kedaulatan" dan menolak tudingan bahwa penangguhan ini dilakukan di bawah tekanan AS. Namun, Sheinbaum enggan memberikan kepastian kapan atau apakah pengiriman minyak ke Kuba akan dilanjutkan, meskipun ia menegaskan Meksiko akan terus menunjukkan "solidaritas" dengan Kuba.

Pemex, perusahaan minyak milik negara Meksiko, diketahui telah mengirimkan hampir 20.000 barel minyak per hari ke Kuba dalam laporan terakhirnya. Pasokan ini sangat krusial, meski belum mencukupi, terutama setelah Venezuela tak lagi mampu memasok. Namun, tekanan dari Washington diprediksi akan semakin kuat untuk menghentikan pasokan dari Meksiko secara permanen. Hal ini terjadi di tengah negosiasi perjanjian perdagangan Meksiko-AS, di mana Trump menuntut hasil yang lebih baik dalam perang melawan kartel narkoba dan mengancam dengan tarif.

Para analis melihat Meksiko kini dihadapkan pada dilema besar: mempertahankan hubungan tradisionalnya dengan Kuba atau menghindari konfrontasi dengan Amerika Serikat yang berpotensi merugikan ekonomi Meksiko sendiri. Sebuah laporan Reuters pekan lalu juga menyebutkan bahwa pemerintah Meksiko sedang meninjau ulang pengiriman minyak ke Kuba karena kekhawatiran akan ketidakselarasan hubungan dengan AS.

Ancaman krisis ini bukan hanya soal angka dan kebijakan. Dampaknya akan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat Kuba. Kelangkaan bahan bakar akan memicu pemadaman listrik yang meluas, transportasi lumpuh, dan kenaikan harga kebutuhan pokok yang tak terkendali. Ini adalah ujian berat bagi ketahanan ekonomi dan sosial Kuba di tengah pusaran geopolitik yang semakin memanas. Sebelum tahun 1991, Uni Soviet menjadi tulang punggung ekonomi Kuba, namun dukungan itu telah lama pudar.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook